
KUTSEL – Pengakuan UNESCO Intergovernmental Oceanographic Commission (UNESCO-IOC) terhadap Tanjung Benoa sebagai Tsunami Ready Community telah diperpanjang hingga 2030. Perpanjangan ini dilakukan melalui Tsunami Ready Recognition Programme (TRRP), Senin (13/7/2026).
Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa, I Wayan Deddy Sumantra menuturkan, Tanjung Benoa merupakan daerah pertama di Indonesia yang menyandang status Tsunami Ready, yakni pada 24 Mei 2022 silam. Dan setelah evaluasi selama empat tahun, pengakuan tersebut resmi diperpanjang hingga 2030 mendatang.
Untuk mempertahankan status ini, menurut Sumantra, tidaklah sederhana. Bahkan terbilang lebih kompleks ketimbang yang pertama, karena 12 indikator harus diperbaharui melalui laporan yang memuat bukti nyata mitigasi bencana selama empat tahun terakhir. Penilaian mencakup aspek asesmen risiko, kesiapsiagaan, hingga kemampuan respons masyarakat saat terjadi ancaman tsunami.
Ditegaskannya pula, kesuksesan mempertahankan predikat tersebut tidak lepas dari kolaborasi bersama berbagai pihak. Baik itu pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, media, serta berbagai organisasi. “Tugas utama kami adalah membangun kesadaran masyarakat. Semangatnya sesuai slogan hari ini, Be Aware, Be Prepared, and Be Tsunami Ready,” sebutnya sembari mengabarkan bahwa kini sudah ada 29 desa/komunitas di Indonesia yang memperoleh pengakuan Tsunami Ready.
Sekilas untuk diketahui, seremoni pembaharuan tersebut juga dirangkaikan dengan pelaksanaan pembukaan Training of Facilitators on the Implementation of the UNESCO-IOC Tsunami Ready Recognition Programme (TR-TOF). Sesuai namanya, ini merupakan kegiatan pelatihan fasilitator implementasi program Tsunami Ready. Melalui kegiatan tersebut, delegasi dari sembilan negara di kawasan Samudra Hindia akan mengikuti pelatihan di dalam kelas dan kegiatan lapangan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mitigasi bencana juga bisa menjadi bagian dari daya tarik destinasi. Eduwisata mitigasi ini justru memperkuat pariwisata tirta yang selama ini menjadi unggulan Tanjung Benoa,” ujar Deddy.*








