DaerahKlungkungPariwaraPemerintahanTerkini

Observasi Dewan ke Nusa Penida Cek Pemeliharaan Jalan Rusak

Komisi II DPRD Klungkung melakukan observasi ke Nusa Penida

KLUNGKUNG – Peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan menjadi hal penting guna mendukung kualitas kepariwisataan di Nusa Penida.

Komisi II DPRD Klungkung. Dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD, I Nengah Ariyanta, anggota Komisi II DPRD Klungkung kembali turun melakukan observasi terkait realisasi pemeliharaan ruas jalan yang rusak di Nusa Penida.

Observasi Komisi II DPRD Klungkung mulai dilakukan Rabu (3/7/2024) sampai dengan Jumat (5/7/2024). Anggota Komisi II DPRD Klungkung yang ikut turun melakukan observasi seperti Made Satria, Komang Suantara, Putu Sri Handayani, Nyoman Sukirta, Made Jana dan lainnya.

Dalam kegiatan observasi tersebut, ada sejumlah ruas jalan rusak yang menjadi skala prioritas yang dicek Komisi II DPRD Klungkung. Diantaranya ruas jalan Toya Pakeh menuju Sebunibus, ruang jalan Biaung, ruas jalan menuju TPA Biaung, ruas jalan Telaga Limo, ruas jalan Kutampi Kaler menuju Jurang Pahit.

Menurut salah seorang anggota Komisi II DPRD Klungkung, Made Satria, semua ruas jalan untuk pengerjaan beton kurus dan saat ini dalam pengumuman tender. Sedangkan ruas jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Biaung dikatakan akan direnovasi total.

“Astungkara ruas jalan tersebut akan mulai dikerjakan bulan Juli atau awal Agustus 2024,” ungkap Satria.

Tahun 2024 Pemkab Klungkung siap merealisasikan pembangunan dua ruas jalan di Nusa Penida yakni ruas jalan Bunga Mekar- Pura Kalibun dengan panjang mencapai 6 kilometer. Pembangunan ruas jalan Bunga Mekar -Pura Kalibun akan menggunakan aspal hotmix. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ruas jalan tersebut diperkirakan sebesar Rp 36 miliar.

BACA JUGA:  Pantai Kelingking Makan 2 Korban Wisatawan Asing

Berikutnya ruas jalan Lembongan-Klatak yang panjangnya mencapai 4,5 kilometer, akan menggunakan struktur beton, anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 20 miliar. Pembangunan jalan dengan menggunakan struktur beton dan aspal hotmix ini merupakan pertama kali dilaksanakan di Nusa Penida. Sebelumnya pembangunan jalan di Nusa Penida lebih banyak menggunakan aspal coldmix (aspal dingin).

Sebelumnya pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 56 miliar untuk perbaikan jalan di Nusa Penida melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah atau disebut Inpres Jalan Daerah. (yaan)

Back to top button