
DENPASAR – Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar mengakomodir 50 pelaku umkm dalam pameran yang dikemas dalam konsep ‘Senja di Denpasar’ serangkaian DTIK Festival di Taman Kota Lumintang, Denpasar.
Pameran kuliner yang berlangsung selama 3 hari mulai 21 hingga 23 Maret 2024 tersebut dibuka secara resmi Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kamis (21/3/2024).
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengungkapkan pameran kuliner kali ini melibatkan kurang lebih 50 umkm guna mendukung sekaligus meramaikan DTIK Festival 2024.
“Khusus pameran Senja kali ini dikemas beda, menampilkan beberapa kriya, kerajinan dan kuliner untuk mendukung DTIK Festival,” kata Dewa Made Agung.
Dikatakan, hadirnya konsep pameran yang dikelola oleh Komunitas Distro sekaligus membranding sebuah pameran keluarga. Bagaimana pengunjung dalam hal ini keluarga bisa menikmati lesehan di Taman Kota sambil menikmati kuliner.
“Harapan kedepan para pelaku umkm bisa tampil konsisten, menyajikan sekaligus mempromosikan karyanya, kita berharap pameran ini semakin banyak melibatkan komunitas,” tandasnya.
Kabid Pemberdayaan UMKM Diskop Kota Denpasar A.A Gede Oka menambahkan, pameran Senja ini merupakan kolaborasi bersama untuk mensukseskan DTIK Fest. “ Pameran ini hadir kedua kalinya kolaborasi dengan DTIK Festival, dimana Dinas Koperasi mensuport kuliner sebanyak 39 kuliner pameran di Lapangan Taman Kota dan 11 UMKM di Jl Majapahit total ada 50 UMKM,” ungkap Oka.
Lebih lanjut, Oka menuturkan khusus pameran bekerjasama dengan komunitas Koperasi Padma Wardaya yang nota bene pelaku food truk, selain itu peserta dikurasi dan melibatkan pihak dari Forkompinda , Dekranas hingga menyertakan pegiat UMKM dari kalangan difabel.
“ Mereka pameran tanpa biaya alias gratis,. Hanya saja mereka ikut memberi dukungan untuk mensponsori isian acara. Kita kolaborasi juga dengan komunitas distro. Ada lesehan famili di Taman Kota dekat air mancur Taman kota, kemudian ada senam zumba yang dikoordinir dari komunitas tangan di atas setiap pagi dan pameran ink akan berlangsung berlangsung tiga hari,” ungkapnya.
Sementara itu, Luh Desy Setyawati salah satu pelaku UMKM dari kalangan Difabel mengaku senang bisa dilibatkan dalam ajang pameran Senja di Denpasar itu. “Sangat senang, banyak orang tidak tahu kita punya usaha, sering kali masyarakat memandang kita sebelah, namun kita bisa cari usaha ciptakan inklusi, ada edukasi,” ungkap pengelola warung Cafe Gantari Jaya. (surr)








