
BULELENG – Kegiatan bertajuk ‘Gerakan Menuju Usaha Mikro Kecil Menengah’ (Gema UMKM) Buleleng Naik Kelas yang digelar selama 2 hari, tanggal 9 – 10 November 2023 tak hanya mendapat apresiasi berbagai kalangan.
Kegiatan bertema ‘Melalui Transformasi Digital Kita Wujudkan UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing’ juga memacu peningkatan interaksi para pelaku UMKM dengan kosumen dengan transaksi berbagai produk kerajinan, olahan pangan dan pasar murah mencapai Rp 65,5 Juta.
“Transaksi, jual beli produk UMKM selama kegiatan Gema UMKM Buleleng ini berlangsung mencapai Rp 65.500.000, ini menunjukkan adanya interaksi positif antara pelaku UMKM dengan konsumen,” tandas Kadis Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta saat menutup kegiatan di PLUT Buleleng, Jumat (10/11/2023).
Mewaliki Pj. Bupati Buleleng, Dewa Sudiarta menegaskan kegiatan sinergis melibatkan Perumda Swatantra, Perumda Arga Nayottama dan stakeholder terkait ini merupakan langkah strategis untuk memajukan UMKM di Kabupaten Buleleng.
“Semua harus bersinergi untuk UMKM Buleleng dan jika UMKM ingin maju dan terus berkembang, minimal harus menguasai dua aspek, yakni aspek produk yang berkualitas dan menguasai aspek digitalisasi,” terangnya.
Karena, pada era digitalisasi UMKM dan Koperasi harus mampu bersinergi dan menguasai teknologi informasi.
“Selain menjadi wahana kreatifitas bagi UMKM binaan Disdagperikop-UKM Buleleng, kegiatan yang dilengkapi pameran produk UMKM, pelatihan UMKM, Talk Show UMKM dan konseling UMKM juga banyak memunculkan UMKM hasil rintisan IKM baru di Buleleng,” pungkasnya.(kar/jon)








