
KLUNGKUNG – Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharini didampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meresmikan rumah deret untuk warga miskin, Senin (23/10/2023). Tri Rismaharini mengisyaratkan kedepan warga miskin harus bisa menghasilkan uang setiap hari.
Dihadapan penerima bantuan rumah deret, Tri Rismaharini meminta aspirasi langsung dari warga miskin model pemberdayaan seperti apa yang bisa dibantu pihaknya untuk warga miskin di Kabupaten Klungkung. Sebab, menurutnya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya diberi rumah layak huni. Tapi warga miskin perlu diberdayakan agar kedepannya mereka mampu keluar dari garis kemiskinan.
“Biar saya tidak banyak bicara, saya ingin mendengar dulu, kira-kira bapak ibu ingin dibantu apa ?. Kira-kira pemberdayaan apa yang bisa saya bantu ?,” lontar Tri Rismaharini.
Mantan walikota Surabaya ini juga menyatakan dirinya sempat berkunjung ke Klungkung melihat kehidupan warga miskin. Ia mengungkapkan pernah berkunjung ke penjual canang yang notebene warga miskin.
“Saya pernah berkunjung ke penjual canang. Untungnya ketika itu satu bulan satu juta tujuh ratus ribu rupiah, ini bisa. Nanti saya kirim (bantu) tanaman pandan harum supaya tidak beli dan keuntungan naik. Bunga gumitir sehingga keuntungan lebih banyak. Dari (keuntungan) satu juta sembilan ratus ribu saat ketemu, sekarang sudah jadi tiga juta. Karena itu sayang kalau lokasi ini tidak dimanfaatkan,” ungkapnya.
Terlebih kata dia, seperti disampaikan Bupati Suwirta, industri pariwisata di Nusa Penida berkembang pesat,warga miskin di Kabupaten Klungkung bisa mensuport perkembangan pariwisata di Nusa Penida.
“Karena ada investasi di Nusa Penida, mestinya butuh macam-macam misalnya butuh telur ayam, kami bisa bantu ayam yang tiap hari bertelur sehingga bisa panen setiap hari dan bisa dijual. Kalau misalnya overload (kelebihan panen) bisa dijadikan kue,”kata Tri Rismaharini.
Ia menambahkan jika beternak sapi, babi, kambing juga tidak masalah. Hanya saja menurutnya mendapatkan hasil membutuhkan waktu cukup lama.
“Babi oke, kambing oke, sapi oke tapi itu kan jangka panjang. (hasil) Yang setiap harinya ? kita dapat mensupport pariwisata. Ayam petelur kan setiap hari panen. aya bisa bantu itu untuk pemberdayaan supaya bapak ibu tidak hanya tinggal di rumah yang lebih layak juga bisa usaha,”tegasnya.
Mensos menghendaki ada daya tahan yang lebih kuat dari sisi ekonomi. Ini berangkat dari pengalaman ketika terjadi pandemi Covid-19.
“Karena itu saya ingin membantu bagaimana bisa survive dalam kondisi apapun bisa bertahan,”imbuh Tri Rismaharini.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan terima kasih kepada Mensos atas bantuan pembangunan rumah deret untuk warga miskin di Kabupaten Klungkung. Suwirta mengungkapkan usulan untuk membangun rumah deret muncul saat dirinya melaksanakan program bedah desa.
“Dari bedah desa kami temukan kenapa warga miskin tidak bisa dibantu (penanganan) rumahnya. Jawabannya karena tidak punya lahan. Di tiga desa iniada 75 KK (kepala keluarga) warga miskin tidak punya lahan. Selama ini kami hanya bisa membantu bawakan sembako. Pembangunan rumah deret inilah menjadi solusinya. Ini (rumah deret) pertama kali di Bali,” beber Suwirta.
Proyek rumah deret berada di Desa Sulang, Kecamatan Dawan dibangun di lahan seluas 22.470 meter persegi. Rumah deret dikhususkan bagi warga miskin yang tidak mempunyai lahan atau pekarangan dan tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ada 36 unit rumah dibangun dengan anggaran Rp 3.060.000.000 bersumber dari Kementerian Sosial. (yan)








