
DENPASAR – Polresta Denpasar menggelar Operasi Zebra Agung 2023 selama 14 hari ke depan untuk menciptakan Kamseltibcarlantas kondusif menuju Pemilu Damai 2024.
120 personel gabungan dari Kepolisian, Denpom IX/Udayana, Dishub, Satpol PP, dan Jasa Raharja yang terlibat Operasi Zebra Agung mengikuti apel kesiapan dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas, Senin (4/9/2023).
Kapolresta Denpasar menekankan, tingginya mobilitas masyarakat belum sepenuhnya diikuti oleh kedisiplinan dalam berlalu lintas. Melalui Operasi Zebra diharapkan dapat menekan angka pelanggaran dan laka lantas, serta meningkatkan kesadaran pengguna jalan.
“Tidak hanya warga lokal, tetapi juga warga negara asing terlibat dalam pelanggaran lalu lintas,”ujar Kombes Bambang Yugo Pemungkas membacakan amanat Kapolda Bali Irjen Ida Bagus Kade Putra Narendra.
Data Direktorat Lalu Lintas Polda Bali menunjukkan peningkatan jumlah tilang selama Operasi Zebra tahun 2022, yang berdampak pada kecelakaan lalu lintas.
“Pada tahun tersebut, tercatat 535 kali tilang dan 91 kecelakaan lalu lintas, termasuk 9 kematian dan 3 luka berat. Mengatasi masalah ini, Polresta Denpasar bersama dengan jajaran melaksanakan Operasi Zebra Agung tahun 2023,”ungkapnya.
Operasi mengedepankan pola operasi preemtif dan preventif, serta menerapkan penegakan hukum secara elektronik (ETLE), baik secara statis maupun mobile.
“Ada beberapa sasaran pelanggaran yang harus diperhatikan, seperti penggunaan handphone saat berkendara, pengendara di bawah umur, penggunaan helm SNI dan safety belt, pengendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, dan berkendara melebihi batas kecepatan,” tegasnya.
Seluruh personel juga diingatkan untuk menghindari tindakan arogan dan mengutamakan tindakan simpatik dan humanis dalam penegakan hukum lalu lintas.
Anggota dilarang melakukan pungli maupun pemerasan terhadap masyarakat, dan teknologi ETLE harus diutamakan.
“Keamanan dan keselamatan diri juga menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas, sementara koordinasi dan komunikasi yang baik dengan stakeholder terkait sangat penting untuk mengatasi permasalahan yang muncul di lapangan,”tandasnya. (dum)








