
foto: Mendag RI, Zulkifli Hasan (tengah) ketika bercerita tentang pengalaman berburunya saat SD, sebelum membuka gelaran Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival II, Jumat (23/6/2023)
KUTA – Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival kembali digelar pada tahun ini. Pelaksanaan kali kedua tersebut telah dibuka secara langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI), Zulkifli Hasan, Jumat (23/6/2023).
“Di kampung saya, di Lampung, teman-teman saya banyak sekali orang Bali. Bahkan kami waktu sekolah dasar dahulu berburu bareng. Tahun baru berburu, kalau dapat rusa atau babi, itu buat teman saya, sementara saya dapat paha saja satu. Tapi kalau Lebaran teman-teman Bali dapat rusa, itu dikasi saya semuanya. Kemudian saya kasi pahanya satu saja. Itulah kita Indonesia. Mau dari Bali, Jawa, Batak, tidak ada permusuhan,” tutur Menteri Zulkifli.
Baiknya hubungan antar bangsa seperti itu, diharapkan senantiasa terpelihara untuk ke depannya. Termasuk ketika memasuki masa-masa politik.
“Sekarang kita harus belajar, tidak boleh lagi diadu-adu. Kita itu seperti matahari, yang tidak membeda-bedakan. Saya dari Lampung kena panas juga, yang dari Bali kena panas juga, yang dari Jawa kena panas juga, sama kan? Tidak ada beda. Itulah Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kasih sayang kepada kita,” sebutnya.
Menurut dia, hal itulah yang bisa dimaknai dari penyelenggaraan Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival. Yang mana segenap bangsa Indonesia, bisa saling mencintai, menyayangi, dan menghormati.
“Kita ini kaya sekali. Alamnya begitu indah, dan budaya kita luar biasa. Itulah kekayaan Indonesia yang harus kita dukung dan kita lestarikan. Jangan sampai orang barat jadi orang Bali, kemudian orang Bali jadi orang barat. Oleh karena itu, sekali lagi, Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival ini saya dukung penuh untuk kita adakan setiap tahun untuk kita lestarikan,” sebutnya sembari membuka gelaran festival tersebut dengan pembunyian ceng-ceng dan gong, didampingi pula oleh Ketua Sterring Committee (SC) Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival yang juga Direktur FALKEN UPVC, Syamsunar.
Untuk diketahui, sesaat sebelum pembukaan dilakukan, Menteri Zulkifli juga sempat melakukan langkah pelestarian biota laut melalui pelepasan tukik (bayi penyu).
Selain itu, dia juga sempat mengunjungi dan membeli beberapa produk yang dipamerkan sejumlah pelaku UMKM lokal serangkaian festival tersebut.Sementara terpisah, Ketua Panitia Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival ke-II, I Wayan Tegeg menuturkan bahwa event bersangkutan merupakan kelanjutan dari penyelenggaraannya yang pertama pada tahun lalu. Terlebih, kini Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival telah diakui sebagai sebuah calendar of event nasional.
“Jadi kami memang harus melakukan hal ini karena sudah diakui oleh pemerintah, dan bahkan ada support dana,” menuturkan event yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, yakni mulai tanggal 23 – 25 Juni 2023 tersebut.
Pada dasarnya, event tersebut menyuguhkan berbagai hal berkaitan dengan langkah pelestarian budaya, baik itu Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dan itu dipastikan sudah menjadi sebuah komitmen dari penyelenggaraannya yang pertama.
“Kali ini, kami juga kembali menampilkan Kecak Perempuan Inovatif, yang sebelumnya sudah berhasil mencetak rekor MURI. Inilah yang selanjutnya kami jadikan ikon daripada penyelenggaraan Bhinneka Pantai Jerman Culture Festival,” sebutnya.
Kecak Perempuan Inovatif, sambung dia, juga merupakan bentuk emansipasi wanita. Mengingat biasanya, tari kecak adalah dilakoni oleh laki-laki. Sementara melalui sebuah karya tersebut membuktikan bahwa perempuan juga bisa menarikan tari kecak. “Konsep kami di sini adalah kegotongroyongan. Itulah yang kami jaga,” tegasnya. (adi,dha)








