
DENPASAR – Atlet penghuni tim pra-PON Bali khususnya di cabang olahraga (cabor) woodball, idealnya direkrut dari hasil seleksi yang digelar Pengprov IWbA Bali. Tapi semuanya tetap dengan dasar-dasar pertimbangan utamanya kaitannya dengan pendanaan yang ada, termasuk masukan dan saran dari Pengkab/Pengkot IWbA seluruh Bali.
Semua itu ditegaskan Ketua Umum Pengprov IWbA Bali H. Nurianto. Menurutnya persiapan memang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi pra-PON woodball, yang akan dilangsungkan di Jakarta pada Juni tahun 2023 ini.
“Memang saran saya sih tim pra-PON idealnya dihuni para atlet hasil seleksi namun tetap itu tergantung pengkab/pengkot seluruh Bali yang nantinya akan kami rapatkan. Apakah memang kita harus seleksi atau kita ambil yang terbaik karena semua itu ada sisi positif dan negatifnya,” ujar H. Nurianto di Denpasar, Minggu (12/2/2023).
Pertimbangan sisi positif dan negative diakui pria yang juga advocat atau pengacara itu, jika tidak digelar seleksi maka tidak akan mendapatkan atlet-atlet berprestasi. Itu positifnya.
Tapi kalau dananya terbatas, maka mau tidak mau akan dilakukan pencomotan atlet yang sudah diketahui prestasi. Hany ajika sesuai kewajaran ya harus ada seleksi, sambal mencari kaderisasi kaderisasi yang baru.
“Ya kalau pra-PON semua itu tergantung dari bahan bakarnya (dana, red) dan mudah-mudahan dalam waktu dekat dana bisa turun. Pasalnya sudah kita lihat Bali perekonomiannya sudah menggeliat tidak seperti dulu dananya masih minus. Tapi sekarang sudah plus. Ini akan bisa memberikan kontribusi kepada olahraga,” imbuh H. Nurianto.
Selain itu lanjutnya, persiapan matang juga dibutuhkan proses mulai pelatihan, teknik-teknik dan try out – try out sehingga ketika disaat atlet bertanding semua sudah terpenuhi seperti mental, teknik dan kemampuan. (ari/jon)








