
JEMBRANA – Pengerjaan senderan pengaman pantai di lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, dipertanyakan warga. Pasalnya dari pengerjaan tersebut, terdapat sekitar 50-60 meter belum bisa tercover pemasangan batu armor, alias belum dibangun. Hal ini mengancam 3 KK di lingkungan tersebut, pasalnya rumahnya akan terus terancam genangan air laut. Sementara, pengerjaan senderan di wilayah itu, sudah mencangkup sekitar 1 kilometer lebih.
Sedangkan di bagian yang belum tercover senderan, tepat berada di areal jaringan kabel listrik bawah laut Jawa Bali. Ironisnya tidak terpasangnya batu armor dekat pemukiman warga di Jineng Agung, kabarnya telah dialihkan ke pantai Candikusuma yang masih satu paket pengerjaan dengan di Gilimanuk.
Sosialisasi di awal, bahwa pengerjaan senderan mengcover seluruh wilayah pantai Jineng Agung, yang terdampak abrasi. Kaling Jineng Agung, Gede Yasa dikonfirmasi Selasa (6/12/2022) membenarkan adanya pertanyaan warga, terkait pembangunan senderan belum tersambung.
Diawal sosialisasi panjang sandaran mengcover sampai di tiga rumah warga tersebut. Tetapi dari informasi lantaran di lokasi yang belum terpasang, merupakan lokasi penanaman kabel bawah laut, sehingga tidak dilanjutkan. Bila tidak dipasang dikhawatirkan warganya, air laut tetap akan masuk melalui wilayah yang tidak tercover senderan. “Demikian pula rumah-rumah yang berada di sana juga ikut terancam abrasi,” katanya.
Menurut Yasa pihaknya juga sempat berkoordinasi ke pelaksana, informasinya justru sudah dialihkan ke Pantai Candikusuma. Menurut Yasa warganya meminta adanya solusi untuk pelindung ombak agar mengcover seluruh pantai di sini. Terlebih mereka paling dekat dengan gardu PLN bawah laut. Ada tiga rumah warga disana yakni I Nyoman Degeng, Komang Arnaya dan Ni Wayan Murtini.
Sementara Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Jembrana I Gede Sugianta terpisah menyampaikan dari koordinasi terdapat sekitar 50 meter yang tidak dapat dicover diJineng Agung, lantaran disana terdapat saluran kabel listrik Jawa Bali. Sebenarnya dari Balai sudah bersurat sejak awal namun baru dibahas belum lama, kesimpulanya belum ada izin dibangun, mengingat ada jaringan kabel.
Dari koordinasi juga, sisa anggaran 50 meter dipindahkan untuk pengerjaan senderan di Candikusuma yang juga masih satu paket dengan di Gilimanuk. Mengenai jaringan kabel sampai terkena pengerjaan, dikhawatirkan berdampak pada kelistrikan di Bali, Untuk itu, kemudian pengerjaan dialihkan ke Candikusuma. Dari sisa tersebut masih dikoordinasikan bagaimana pembangunannya nanti tutupnya. (ara,dha)








