
JEMBRANA – Bertahun-tahun kerusakan menimpa bangunan sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 di Desa Melaya, Kecamatan Melaya. Ironisnya, usulan perbaikan yang dilayangkan pihak sekolah tak kunjung ditanggapi dinas terkait.
Kasek SDN 4 Melaya Siluh Putu Ekawati dikonfirmasi Senin (8/8/2022) mengakui kondisi sekolahnya sudah rusak sejak 2018. Sebelumnya kerusakan hanya sedikit saja, lambat laun semakin parah. Dari 11 ruangan sekolah, termasuk ruang guru dan kantor yang dipimpinnya, terdapat 7 ruangan rusak, dan hanya 4 ruangan yang masih berfungsi.
Diakui Ekawati kerusakan gedung sekolah yang menampung ratusan murid, sudah pernah dilaporkan kepada pengawas di kecamatan termasuk ke Dinas Pendidikan. Namun sampai kini belum ada tindak lanjut perbaikannya. Dia berharap perbaikan gedung segera mungkin dapat dilakukan, pasalnya hingga kini sebagian murid, di tiga ruangan kelas, kini melakukan proses belajar bergiliran memanfaatkan lahan parkir yang dia sengaja permak untuk kepentingan proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra dikonfirmasi terpisah soal kerusakan bangunan di SDN 4 Melaya, mengatakan pihaknya sudah sempat melakukan pengecekan ke sekolah tersebut. Perbaikannya diusulkan melalui anggaran DAK 2023.
“Rehab gedung sekolah dianggarkan di APBD serta Dana Alokasi Khusus (DAK). Kita sudah usulkan perbaikan melalui DAK lewat aplikasi Krisna. Selain SDN 4 Melaya, ada beberapa sekolah dasar, TK termasuk SMP menjadi usulan perbaikan, tahun ini,” terangnya. (ara,dha)








