Himpitan Ekonomi, IRT Curi Tabung Gas, Berakhir Damai di Kantor Polisi

0
102
Kasus pencurian tabung gas oleh IRT berakhir damai di Polsek Kerambitan

TABANAN – Himpitan ekonomi membuat seorang ibu rumah tangga di Kerambitan, Kabupaten Tabanan nekat melakukan pencurian. Apalagi, seorang perempuan berinisial NS (44), sudah tidak memiliki suami lagi. Ia nekat  mencuri gas elpiji 3 kilogram di di rumah warga  Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup. Namun aksinya ketahuan korban, namun berakhir damai.

Kapolsek Kerambitan, Kompol Bambang I Gede Artha mengatakan, pihaknya sudah melakukan mediasi dengan warga yang menjadi korban, IKO (38). IKO sudah memaafkan pelaku dan tidak melanjutkan kasus tersebut. Dan korban pun mengaku bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sehingga, kasus ini tidak dilanjutkan ke tahap selanjutnya dengan alasan bahwa kedua belah pihak memilih berdamai. Terutama korban juga memaafkan dan tidak ingin melanjutkan kasusnya. Apalagi jumlah kerugian sedikit.

“Kami upayakan damai, kedua belah pihak, terutama korban memang tidak ingin melanjutkan kasusnya. Pelaku sendiri memang terhimpit ekonomi, sehingga nekat mencuri,” ungkap Kompol Gede Artha, Selasa (21/6/ 2022).

Mantan Kapolsek Pupuan ini menjelaskan, NS mencuri dua tabung gas elpiji 3 kilogram. Pencurian itu dilakukan Senin (20/6/2022) sekitar pukul 05.30 Wita di rumah korban IKO.  Namun aksinya ketahun  sehingga  dibawa ke Polsek kerambitan. Namun kemudian kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

“Korban dan pelaku sudah membuat pernyataan, dan sudah ditandatangani dalam sebuah surat bermaterai. Dalam kasus ini, pihaknya hanya bertindak sebagai mediator untuk memberikan pemahaman ke kedua belah pihak. Karena kebutuhan ekonomi dan kerugian masih bisa ditoleransi oleh korban,” jelasnya.

Ia menambahkan, kasus ini bisa menjadi pelajaran bersama supaya tidak sampai melakukan perbuatan melawan hukum, meskipun terdesak kebutuhan ekonomi. Hal ini bisa menjadi perhatian bersama, bahwa upaya-upaya mediasi bisa dilakukan, dengan catatan perbuatan hukum untuk kerugian masih dapat ditoleransi. Modus operandi serta alasan seorang pelaku kejahatan memang benar-benar terdesak kebutuhan ekonomi.

“Kami berharap semoga ini bisa jadi pelajaran bersama dan pelaku tidak lagi mengulangi perbuatan sesuai dengan surat pernyataan yang telah dibuat,” pungkasnya.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − one =