
GIANYAR – I Made Dalem Okyartha yang menjadi korban penipuan agen penempatan tenaga kerja luar negeri mengenang pengalaman pahit selama sembilan hari luntang-lantung di Singapura.
BACA JUGA : Calon PMI asal Gianyar Luntang-lantung di Singapura
I Made Dalem Okyartha tidak pernah menyangka dengan kejadian yang menimpanya. Selama di Singapura, ia mengaku sempat diusir dan kena denda karena stay dalam Mass Rapid Transit (MRT).
“Saya tidur di jalanan, kena denda dan teguran karena over stay dalam Mass Rapid Transit (MRT). Negaranya sangat ketat,” kenang I Made Dalem Okyartha.
Bahkan, saat kehabisan bekal di Singapura, Oky sempat ikut sholat demi mendapatkan makanan berupa bubur karena saat itu bertepatan dengan bulan puasa.
“Saya ikuti gerak orang saja di salah satu Masjid demi bisa makan bubur saat waktu buka puasa maupun saat sahur,” ucap Oky saat ditemui di rumahnya di Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Saat terlantar itu hingga kehabisan bekal, korban bersama empat temannya berinisiatif pergi ke salah satu kantor pengacara yang kemudian menghubungkannya dengan pihak KBRI di Singapura.
“Awalnya saya takut ke KBRI, karena setelah terlantar baru tau ini keberangkatan tidak resmi,” ujarnya.
Korban akhirnya bisa pulang ke Indonesia dan tiba dirumahnya pada Minggu (15/5/2022).
“Saya sangat bersyukur ditampung sama BP2MI. Dikasi tempat dan makanan. Big thanks juga buat Disnaker Gianyar yang sudah mengawal setiap perjalanan saya. Berkat Disnaker saya bisa pulang ke Bali,” ucap alumnus Nikki Hotel School ini.
Korban berharap kisahnya ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Bali, khususnya yang tertarik bekerja di luar negeri.
“Ke depan saya akan lebih hati-hati, lewatlah jalur resmi,” ujar Oky yang berniat untuk mencoba lagi bekerja di luar negeri. (jay)








