
GIANYAR – I Made Dalem Okyartha (28) menjadi korban penipuan agen penempatan kerja di luar negeri. Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Sindu, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar itu sembilan hari terlantar di Singapura. Setelah melalui proses panjang, ia akhirnya bisa pulang pada Minggu (15/5/2022).
I Made Dalem Okyartha tidak menyangka bakal terlantar di Singapura. Sebab, panduan dari pihak agen mengenai keberangkatannya sangat meyakinkan dan menjanjikan. Apalagi, ia sampai lolos pemeriksaan Imigrasi dan tiba di Negeri Singa pada Sabtu (16/4/2022).
Bahkan, sebelum berangkat, I Made Dalem Okyartha mendapat seminar pelatihan kerja luar negeri sejak November 2021 di salah satu hotel di kawasan Seminyak, Badung. Selama pelatihan, ia diharuskan investasi Rp 22,5 juta dan dijanjikan berangkat bekerja di United Kingdom (Inggris) pada Februari 2022.
Korban akhirnya tertarik karena kondisi pariwisata di Bali diterjang wabah pandemi Covid-19. Ia sempat bekera di hotel berbintang di kawasan Jimbaran sebelum akhirnya dirumahkan.
Setelah pelatihan, korban tak kunjung diberangkatkan dan pihak agen terkesan menunda-nunda dengan beragam alasan.
Anehnya, negara tujuan justru dialihkan ke Singapura dan ia tidak dipekerjakan sesui janji agen.
Setelah sembilan hari luntang-lantung dan bekal habis, Okyartha memberanikan diri melapor ke KBRI Singapura.
“Awalnya takut karena baru tahu ini tidak resmi. Tapi, KBRI memberlakukan saya sangat baik. Hampir seminggu saya di KBRI,” ujar Oky–sapaan I Made Dalem Okyartha.
Sementara itu, Kabid Pentaluas (Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja) Disnaker Gianyar, Anak Agung Eka Dharma Kusumawati mengatakan, pihaknya melakukan komunikasi pajang untuk bisa memulangkan Oky dengan selamat.
Anak Agung Eka Dharma Kusumawati mengungkapkan, Oky berangkat melalui lembaga pelatihan kerja yang tidak memiliki izin penempatan kerja di luar negeri.
“Di Singapura dia terlantar dan diketahui sama KBRI. Kebetulan komunikasi kami baik dengan Bu Tantri atase Ketenagakerjaan RI di Singapura. Kami diinformasikan bahwa ada warga Gianyar yang berniat kerja di Singapura terlantar,” ungkap Gung Eka mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja Gianyar Anak Agung Dalem Jagadhita
Dari kejadian ini, Gung Eka mewanti-wanti kepada masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar berhati-hati. Disnaker Gianyar sudah sering melakukan sosialisasi dan pendampingan ketika calon PMI mengurus Dokumen ke LTSP/LTSA Dinas Tenaga kerja Kabupaten Gianyar
“Jadikan ini pembelajaran dan situasi ini harus di sikapi bersama. Jangan buru-buru ingin berangkat. Ikuti proses dengan aman dan nyaman,” tandasnya. (jay)








