
JEMBRANA – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jembrana, mulai meningkat drastis. Termasuk menimpa kalangan sekolah di SMAN I Mendoyo. Dilaporkan sebanyak 7 orang siswa terkonfirmasi Covid-19.
Akibatnya sekolah yang terletak di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kembali melakukan proses belajarmengajar secara daring.
Kepala SMAN 1 Mendoyo, Ngurah Sukadarmasada dikonfirmasi Kamis (27/1/2022) membenarkan ada tujuh siswa yang terkonfirmasi Covid-19 di tiga kelas dalam satu bangunan gedung.
“Hari ini, siswa di tiga kelas dalam satu gedung itu sudah tidak PTM dan menjalani daring. Mulai Jumat besok, hal itu sesuai instruksi dari Provinsi. Pembelajaran daring nantinya berlanjut untuk semua siswa,” terang Sukadarmasada.
Diterangkan, tujuh siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, kini tengah mengikuti isolasi secara terpusat di wilayah Kecamatan Mendoyo. Demikian pula langkah pendisiplinan prokes termasuk langkah penyemprotan disinfektan juga dilakukan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, kasus terkonfirmasi covid, juga terjadi di SMPN 2 Melaya. Terdapat empat orang yang terkonfirmasi positif temasuk seorang guru. Meski demikian, sekolah yang terletak di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, masih menerapkan pembelajaran tatap muka.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana, Ni Nengah Wartini, dikonfirmasi menyampaikan mengenai penanganan di SMPN 2 Melaya, Dinas telah menyarankan kepala sekolah guna mengikuti instruksi dari Satgas.
Diketahuinya siswa terkonfirmasi Covid-19 berawal dari tracing yang dilakukan terhadap salah satu siswa dari keluarga. Dan dari testing diketahui positif. Kemudian dilakukan tracing lebih luas di kelas, dan diketahui bertambah ada tiga orang. Satu di antaranya guru.
“Siswa yang terkonfirmasi sudah menjalani isolasi terpusat, sedangkan satu kelas belajar daring. PTM untuk SMP lain masih tetap berjalan, kita tangani lokalisasi di sekolah itu dulu, sesuai SKB empat menteri,” jelasnya . (ara,dha)








