Rangkaian Upacara Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI Mulai Jam 3 Pagi

0
1069
Persiapan pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI.
Persiapan pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI.
DENPASAR – Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana, demikian nama prosesi Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI yang dilaksanakan pada Jumat (21/1/2022). Upacara dipuput 11 orang sulinggih dan rangkaiannya dimulai pukul 03.00 WITA.
 “Dimulai pukul 03.00 pagi dengan rentetan upakara di antaranya ngenjing, ngutang pering, baleman, teteh tabuh,” ungkap Ketua Umum Warga Ageng Pemecutan Anak Agung Ngurah Rai Sudarma, Kamis (20/1/2022). 
Beberapa upakara lainya yaitu prosesi mabumi sudha, melaspas pamereman atau bade, lembu, dan panca rengga. Bila upacara dengan segala prosesi dinyatakan lengkap dan terlaksana lancar, maka layon atau jenazah Ida Cokorda dinaikkan ke bade pada siang hari.
“Sekitar pukul 12.00 lewat dikit,  layon dinaikkan ke bade untuk selanjutnya menuju ke Setra Agung Badung,” ujar Anak Agung Ngurah Rai Sudarma yang juga Penglingsir Puri Pemecutan ini.
Prosesi ini dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Karang dari Griya Tampakgangsul dan Ida Pedanda Gede Arimbawa dari Griya Sari Tegal.
Setibanya bade di Setra Badung,  dilangsungkan beberapa upakara di pabasmian. Salah satunya agni panyomian pada pukul 15.00 WITA dipuput Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga, Tegal dan Ida Pedanda Oka Keniten dari Griya Beraban.
Prosesi pelaksanaan di pabasmian diperkirakan memakan waktu selama dua jam. Selanjutnya pada pukul 18.00 WITA dilaksanakan prosesi melarung atau nganyud abu ke pantai Melasti, Kuta.
“Untuk nganyud ke segara Kuta tepatnya di barat Hotel Melasti menggunakan mobil, termasuk pamuspaan naik ke mobil,” ujar mantan Kadisparda Badung ini.
Selama pelaksanaan pelebon, arus lalin akan  ada penutupan total terutana di kawasan Jalan Thamrin dan Jalan Hasanuddin.
Apalagi  bade bergerak ke setra juga ada penutupan di Jalan Imam Bonjol bagian utara dekat setra.
Dalam perjalanan Almarhum yang dikenal sebagai tokoh politik, Rai Sudarma mengatakan Ida Tjokorda Pemecutan XI mabiseka sebagai Raja Pemecutan pada tahun 1989. Almarhum menggantikan ayahnya Ida Tjokorda Pemecutan X yang lebar pada 1986.
“Terhitung Ida Tjokorda Pemecutan XI sudah mabiseka Tjokorda selama 32 tahun dan berpulang pada usia 76 tahun,” kata Rai Sudarma.
Sementara itu, penggunaan Bade  untuk pelebon ini yakni tumpang sebelas atau tumpang solas, tampak berada di depan Puri Pemecutan sejak dua hari lalu. Penggarapan Bade ini dikerjakan para sangging ternama, sejak  Rabu (5/1/2022) depan wantilan Setra Badung.
Bade diarsiteki seorang undagi maestro yaitu Ida Bagus Pidada dari Griya Meranggi, Kesiman.  Tinggi bade tumpang solas mencapai 18 meter dengan tinggi badan bade 9,70 meter dan tinggi tumpang sekitar 7,5 meter. Lebar dasarnya 365 cm dengan panjang 380 cm. Kayu yang digunakan yakni kayu jenis bali seperti albesia, sukun, dan beberapa kayu lainnya.
Tak kurang 1 kubik kayu dihabiskan. Diantaranya digunakan kayu balok ukuran 4 x 6 cm dan panjang 4 meter  dan triplek sebanyak 40 lembar.
“Apabila semua terpasang lengkap dengan  hiasannya maka diperkirakan berat bade ini kurang lebih bobotnya 2 ton,” jelas salah seorang undagi Nyoman Widana.
Adapun aksesoris yang digunakan dalam bade ini yakni sayap dengan tinggi 5 meter, karang boma, karang sae, paksi, macan, kekendon yang berbentuk seperti gelungan barong.
Sementara sanan bade dengan ukuran 8 x 6 meter dan dibantu dengan roda. Sementara itu, diberitakan sebelumnya, Kadis Perhubungan Kota Denpasar  I Ketut Sriawan mengimbau saat pelaksanaan pelebon  21 Januari 2021, agar warga yang tidak berkepentingan tidak lewat di Jalan Thamrin.“ Hal ini dikarenakan akan ada penutupan total Jalan Thamrin,” ujarnya
Secara rinci, rencana pengalihan arus apabila ditutup total, Sriawan menyampaikan rute pada puncak avara pelebon, pada pukul 10.00, untuk kendaraan dari arah Jalan Hasanuddin akan diarahkan ke Jalan Gunung Kawi menuju Jalan Gajah Mada.Selain itu juga diarahkan ke Jalan Bukit Tunggal.
Sedangkan, jalan dari arah Jalan Gajah Mada menuju ke Jalan Hasanuddin akan ditutup.“Semua kendaraan diminta lurus menuju ke kawasan Catur Muka, tidak ada yang ke Jalan Hasanuddin lagi,” katanya.
Untuk kendaraan dari arah Jalan Imam Bonjol akan mulai diseleksi di simpang Teuku Umar Buagan. Kendaraan ini akan diarahkan ke Jalan Teuku Umar Barat maupun Jalan Teuku Umar Timur.
Selain itu, di simpang Imam Bonjol – Jalan Subur maupun simpang Imam Bonjol – Jalan Gunung Karang juga akan ada seleksi kendaraan agar tidak mengarah ke Jalan Thamrin.
Kata Sriawan,  dikarenakan saat puncak pelebon bade akan mengarah ke Setra Badung lewat Jalan Imam Bonjol. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 1 =