
DENPASAR – Kendati masih dalam persiapan menghadapi Porprov Bali XV/2022 dan belum melakukan seleksi pebulutangkisnya, Pengkot PBSI Denpasar sudah menyatakan siap tempur. Bahkan untuk usia pebulutangkis putra dan putrinya masih belum diketahui secara pasti siapa saja yang sudah tidak bisa turun di even olahraga dua tahunan itu karena kelebihan usia sesuai aturan yang ada.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum PBSI Denpasar Made Suandhi, dirinya masih belum mengetahui pebulutangkis kelebihan usia itu.
“Saya belum bisa tahu pebulutangkis Denpasar yang kelebihan usia karena sampai sekarang belum ada aturan pasti dan resmi untuk batas maksimal usia pebulutangkis yang boleh turun,” kata Suandhi, Rabu (19/1/2022).
Dimaksudkan Suandhi tak lain yakni apakah pebulutangkis menggunakan usia maksimal sesuai dengan Porprov Bali 2021 atau 2022. Hal inilah yang membuat dirinya menunggu.
“Kami tak mau berspekulasi lebih baik menunggu saja dulu. Nanti kan ada Tournament Director (TD) yang akan memastikan batas usia itu,” tegasnya.
Meski begitu, PBSI Denpasar tetap memastikan, Denpasar akan selalu siap berlaga berapapun batas aturan usia itu.
“Kami memiliki banyak pebulutangkis putra dan putri yang masih muda-muda yang sudah siap bermain di Porprov Bali. Makanya kami tak khawatir dengan semua itu. Kami selalu siap. Itu intinya,” beber Suandhi.
Para pebulutangkis itu sendiri lanjutnya, kini masih tetap latihan rutin di klub-klub masing-masing sehingga baik kondisi fisik maupun tekniknya tetap terjaga dengan baik. Sehingga saat dipanggil untuk seleksi nantinya diyakini akan mengikuti dengan performa maksimal. Apalagi Denpasar sendiri sudah dikenal sebagai barometer pembinaan atlet muda. (ari/jon)








