Pertemuan Tahunan BJB Digelar di Bali, Ini Harapan Kang Emil

0
166
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wagub Bali Cok Ace saat acara peluncuran kredit Mesra Bali di Pelataran Pura Melanting, Pasar Badung, Selasa (18/1/2022).
DENPASAR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menaruh harapan besar tumbuhnya ekonomi 2022. Terlebih, Bali sebagai tujuan wisata yang menjadi salah satu sektor penggerak utama perekonomian di Pulau Dewata.
Hal itu diungkapkan Ridwan Kamil alias Kang Emil di sela-sela agenda peluncuran Program Kredit Mesrakan Bali Bank Jawa Barat (BJB) di pelataran Pura Melanting, Pasar Badung, Selasa (18/1/2022). Pada kesempatan itu, ia didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Sukawati alias Cok Ace
Bali, kata Ridwan, menjadi pilihan untuk berbagi, apalagi Pandemi sangat mengoyak Bali dan merasakan ketimpangan ekonomi yang mengandalkan sektor pariwisata.
“ Untuk itu kenapa saya putuskan membawa pertemuan tahunan Bank BJB digelar di Bali, jumlahnya banyak ada 200 orang, hitung-hitung lumayanlah. Menginap, belanja dan sebagainya ini bentuk kita berbagi di Bali,” ujarnya.
Terkait munculnya Covid-19 varian Omicron, ia berharap jangan panik karena Indonesia berpengalaman dihantam virus delta terlebih dahulu.
“ Jadi, mudah-mudahan kita diserang sama Omicron ini tak terlalu keras dampaknya karena kita terlebih dahulu diserang  dengan virus delta. Apalagi, vaksin rata-rata di atas 80 persen. Artinya, kita tetap waspada, pandemi bisa kita lewati, apalagi melihat kasus  harian menurun, “ ucap Ridwan Kamil.
Ia berharap ekonomi terutana di Bali 2022 akan pulih kembali. Sehingga pekerja pariwisata kembali bergeliat, sektor ukm juga berkembang. “Saya berharap 2022 ekonomi Bali segera bangkit kembali,” harapnya.
Terkait sektor perbankan, Ridwan menegaskan penyaluran Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) 100 persen kredit untuk rakyat melalui akses keuangan yang mudah.  Ketimbang mencari pinjaman online yang  bunganya mencekik leher, tapi kenapa orang banyak yang kena, nah Mesra ini kita tawarkan dengan tanpa bunga, tanpa agunan syaratnya diperuntukan bagi usaha berkelompok.
” Mesra 100 persen untuk masyarakat  Indonesia mempuyai akses keuangan. Banyak pinjol rame karena ada ruang  formal yang tidak dimainkan oleh bank. Jadi  bank harus memberikan akses yang mudah dan  gampang dalam penyaluran  kredit,” ungkapnya. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 5 =