
DENPASAR – Kesuksesan Bali menurunkan serta mempertahankan prevalansi stunting (tinggi badan yang rendah untuk berat badan anak-red) dan wasting (berat badan yang rendah untuk tinggi badan anak-red) terendah se-Indonesia, menarik perhatian Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Muhiddin.
Ia pun menemui Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace di di Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/1/2022).
“Saya sebelumnya ke Jakarta, bertemu dengan BKKBN untuk membicarakan masalah stunting dan wasting di Kalsel. Atas arahan dari BKKBN yang memuji kinerja Bali, maka saya pun berkunjung ke sini dan ingin belajar langsung,” kata H Muhiddin.
Muhiddin menjelaskan, Provinsi Kalsel selama ini menduduki posisi ke-28 tingkat stunting di Indonesia. Pihaknya terus berupaya menekan angka tersebut, namun keberhasilan daerah lain tentu juga patut dicontoh untuk mempercepat program pencegahan serta penuntasan masalah stunting di Kalimantan Selatan.
Menanggapi hal itu, Cok Ace menyampaikan apresiasi serta mengatakan bahwa Bali selalu menganut sistem integrasi hingga tingkat desa bahkan banjar dalam setiap programnya. Begitu juga dengan penanganan stunting dan wasting, tidak lepas dari peran pemerintah desa dan desa pakraman hingga banjar sehingga permasalahan bisa cepat terselesaikan.
“Bali sudah berhasil mencapai tingkat stunting dan wasting terendah dari tahun 2018, ini tentu kinerja semua pihak,” ujarnya.
Begitu pun mengenai penanganan Covid-19 di Bali. Tokoh Puri Ubud ini pun mengatakan bahwa Pemprov Bali membentuk Satgas Penanggulangan Covid-19 hingga tingkat desa. Sehingga segala program penanggulangan serta protokol kesehatan bisa terkontrol hingga di lingkup terkecil.
“Bali terus meraih capaian tertinggi untuk kepatuhan protokol kesehatan se-Indonesia. Hal itu karena peran pemerintah desa sehingga semua warga patuh akan prokes,” ungkapnya. (arn)








