
DENPASAR – PLN Bali memprediksi tingkat kosumsi listrik saat perayaan Natal dan tahun baru ( Nataru) di Bali cukup aman.
GM PLN UID Bali, I Wayan Udayana didampingi Manajer Komunikasi I Made Arya, mengungkapkan Perayaan Natal dan eskalasi kunjungan wisatawan berakhir tahun di Bali bakal meningkat dan tentunya tingkat konsumsi listrik pun akan mengalami kenaikan. Namun PLN memperkirakan konsumsi listrik tidak akan melampaui beban puncak tertinggi yang mencapai 793 megawatt.
“ Ketersediaan pasokan listrik saat Perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Bali, kami pastikan aman, dimana kami prediksi tingkat konsumsi listrik masih dibawah beban puncak yang mencapai 793 MW,” kata Udayana, Rabu (22/12/2021).
Dari data tahun sebelumnya, PLN mencatat konsumsi listrik saat Nataru berada dibawah dari beban puncak saat itu. Artinya, memang kondisi Bali belum sepenuhnya normal, karena operasioinal sektor pariwisata khususnya industri, hotel dan restauran belum pulih. Bahkan, dari seluruh sistem Jawa Bali, beban konsumsi listrik turun 20-25 persen tidak akan mencapai beban puncak seperti tahun -tahun sebelummya yang pernah diraih.
“ Jadi konsumsi listrik saat Nataru dikisaran 783-793 mw,” ucapnya.
Sementara itu, kesiapan PLN memastikan layanan saat Nataru disiapkan dengan baik. Udayana menegaskan dalam hal ini PLN Siaga Nataru akan menempatkan ratusan personil diberbagai lokasi seperti tempat ibadah Gereja, destinasi pariwisata, Rumah Sakit. “ Ada 760 personil disiagakan terdiri dari petugas PLN dan mitra PLN,.disamping juga cadangan pasokan listrik dari UPS, UGB, Genset juga disiapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ada 14 destinasi yang menjadi titik fokus, 94 gereja, rumah sakit, untuk produksi ketersediaan oksigen dan bandara maupun pelabuhan .(sur)








