
KUTA – Banjir pesisir atau rob, ditegaskan masih berpotensi terjadi di sejumlah pesisir wilayah Bali. Di antaranya yakni Nusa Dua, Kuta, Kedonganan, Benoa, Sanur, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Buleleng, Karangasem, dan Jembrana.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar Dwi Hartanto mengatakan, hal tersebut notabene mengacu pada informasi potensi rob yang dirilis sebelumnya. Informasi itu berlaku sejak tanggal 18 hingga 22 Desember 2021.
Mengutip informasi dimaksud, kata dia, bersamaan dengan adanya fase bulan purnama dan kejadian curah hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia, maka dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan ketinggian banjir rob yang lebih signifikan. Berkenaan dengan itu, maka beberapa wilayah persisir Bali diimbau untuk waspada.
“Potensi banjir pesisir atau rob diprediksi berlangsung dengan waktu berbeda di tiap wilayah. Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,” sebutnya.
Sebagai bagian dari bentuk kewaspadaan, masyarakat diminta untuk senantiasa memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BBMKG Wilayah III Denpasar. Baik itu melalui telepon pada nomor (0361) 751122 dan website balai3.denpasar.bmkg.go.id atau http://maritim.bmkg.go.id.
Selain itu, bisa juga melalui join Facebook BBMKG Wilayah III Denpasar, Twitter @bbMKG3, serta Instagram @bmkgbali. Bukan hanya itu, update informasi juga dapat diperoleh melalui aplikasi mobile Info BMKG. (adi/jon)








