
KLUNGKUNG- Proyek normalisasi Tukad Unda di Kabupaten Klungkung yang dibangun Pemprov Bali bertujuan sebagai pengendali banjir dan sebagai kawasan penyangga proyek Kawasan Pusat Kebudayaan Bali.
Realisasi proyek normalisasi Tukad Unda mengalami kemajuan dari rencana. Saat Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan peninjauan ke lokasi proyek, Minggu (12/12), pemaparan dari pelaksana PT Nindya Karya, proyek sudah berjalan 73 persen, maju sekitar 14 persen dari rencana 59 persen.
Proyek ini diperkirakan selesai Desember 2022, tapi Gubernur Wayan Koster mematok, proyek sudah rampung pada September 2022. Ia juga mendorong pihak pelaksana agar air dari hulu ke hilir sudah bisa dialirkan pada tanggul utama, akhir Januari 2022.
“Direncanakan pembangunan nomalisasi Tukad Unda ini sebenarnya Desember 2022 sesuai kontrak, tadi saya minta agar bisa dimajukan penyelesaiannya menjadi September 2022,” kata Koster kepada wartawan, usai meninjau proyek.
Koster menegaskan alur air dari hulu sampai ke hilir, supaya bisa dilaksanakan akhir Januari 2022. Sehingga air tidak meluber ke daerah lain. Sebab januari sudah dimulai kegiatan pematangan lahan.
“Pematangan lahan ini harus berjalan dengan lancar, sehingga harus terbebas dari genangan air. Supaya hasilnya bagus, airnya harus sudah diarahkan sesuai alur normalisasi Tukad Unda. Tahapan itu bisa dilakukan pada bulan Januari,” ujarnya.
Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini berharap rencana pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terdiri dari tiga zona, zona inti, zona penunjang dan zona penyangga, mulai bisa berjalan dengan pematangan lahan yang akan dilaksanakan Januari 2022.
Ia membeberkan, zZona inti terdiri 15 fasilitas pentas seni, ada panggung terbuka utama denga kapasitas 15 ribu, ada panggung terbuka madya dengan kapasitas 4 ribu, ada panggung dengan kapasitas 2.000-2.500 orang. Juga ada panggung tertutup, dilengkapi dengan 12 museum tematik.
Pada zona penunjang ada areal untuk hotel, apartemen dan untuk fasilitas usaha pariwisata. Sedangkan zona penyangga ada Tukad Unda, Pelabuhan Gunaksa dan embung.
“(Normalisasi) Tukad Unda ini selesai tahun 2022 dan dilanjutkan lagi dengan penataan yang juga dilanjutkan pembangunan embung (muara) dimulai tahun 2022, dana dari APBN Kementerian PU, Pelabuhan Gunaksa dibantu dari anggaran Kementerian Perhubungan. Zona penyangga ada hutan taman ekologi tematik sekitar 70-80 hektar,” beber Koster.
Kawasan Pusat Kebudayaan Bali dibangun dengan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal, Sat Kertih. Atma Kertih, Segara Kertih, Danu Kertih, Buana Ketih, Jana Kertih dan Jagat Kertih. Pekerjaan semua dilakukan pada tahun 2022. Untuk zona inti akan berlanjut sampai 2-3 tahun kedepan. Ditarget selesai tahun 2024.
“Ini kawasan lengkap, ada Bali Internasional Convention Center, ada untuk ekspor produk, ada auditorium Bung Karno ada fasilitas umum lainnya. Yang akan menjadikan kawasan sangat lengkap terpadu terintegrasi dengan infrastrktur. Semua ini dirancnag dengan konsep hijau atau ramah lingkungan. Sangat lengkap, saya sangat puas dengan pencapaian yang dilaksanakan oleh PT. Nindya Karya,” demikian Koster. (yan)








