Proyek Penataan Pasar Kumbasari Molor, Perencanaan Dinilai Kurang Akurat

0
172
Pengerjaan penataan Pasar Kumbasari.
Pengerjaan penataan Pasar Kumbasari.

DENPASAR – Proyek penataan Pasar Kumbasari mencakup kawasan Gajah Mada yang ditarget rampung pada Senin (6/12/2021) ternyata molor. Bahkan, secara konsep pengerjaan penataan tersebut dinilai kurang akurat.

”Dari pantauan kita di lapangan, ada perencanaan penataan yang kurang akurat dan banyak kelemahan,” kata Wakil Ketua I DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Selasa (7/12/2021).

Anggota Fraksi Golkar itu menyoroti pelaksanaan penataan Kumbasari tidak menyentuh fungsi, hanya tampilannya saja.
“Lihat saja itu hanya penataan perwajahan semata bukan pada fungsi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti keberadaan patung Ratu Mas Melanting di pelataran Pasar Badung yang perencanaan awal tak memikirkan struktur yang ada.

“Penempatan patung di parkir dirancang di atas struktur yang bukan beban statis. Kalau diperhatikan, baru digeser ke posisi yang kuat dan malahan justru menghalangi akses ke basement. Artinya, konsep belum matang,” tandasnya.

Menurutnya, adanya pergeseran perencanaan menjadikan pengerjaan kekurangan waktu dan biaya. Selain itu, dari segi struktur ada pengecoran yang kurang bagus, bahkan banyak besi yang masih terlihat.

“Hal ini ada ketidaksesuaian dari perencanaan. Jadi, kami melihat banyak yang berubah terutama pemasangan eksisting tiang tidak sesuai dengan perencanaan. Selain itu, juga banyak struktur bangunan yang kurang bagus,” ungkapnya.

Penataan pendestrian dengan memasang tiang cor beton dinilai justru menghalangi alur sungai dan waktu pengerjaan juga tambah panjang.

“Kenapa tidak praktis menggunakan tiang beton tanpa mengecor lagi ?. Pemasangan ornamen juga hanya diganjal batako yang langsung diplester tanpa dilakukan pengecoran besi untuk memperkuat ornamen. Pengerjaannya seperti asal-asalan dan ini harus dipertanggungjawabkan. Jika ini kesalahan rekanan harusnya ada sanksi yang diberikan. Jika tidak, ini menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar,” tegas Ketua DPD II Golkar Denpasar ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Tata Bangunan, Dinas PUPR Kota Denpasar Agus Sudarmo mengakui pengerjaan penataan Pasar Kumbasari molor. Waktu pengerjaan ditambah selama tiga hari hingga 9 Desember mendatang.

Ia menyebut molornya proyek bukan kesalahan kontraktor, tapi pada perencanaan awal. Pemasangan ornamen GRC bergeser dari rencana semula untuk penguatan struktur pondasi.

“Memang kesalahan dalam perencanaan awal. Pergeseran penempatan ornamen GRC berubah dari rencana awal untuk memperkuat pondasi. Ternyata di tempat pemasangan yang kita rencanakan tidak kuat,” ungkapnya.

Kemudian, ada eksisting yang tidak diprediksi menjadi hambatan bagi pekerjaan kontraktor.

“Eksisting di lokasi dropoff tidak bisa dibor untuk penataan sehingga ada perubahan struktur pada dropoff. Memang, beberapa eksisting yang dikaji ternyata tidak bisa di bor sehingga ada perubahan struktur terutama eksisting pada dropoff. Jadi, itu yang menyebabkan kekurangan waktu ditambah dengan cuaca ekstreme,” jelasnya sembari menyebut pekerjaan yang belum terselesaikan masih meminta bantuan kepada rekanan selama tiga hari setelah masa kontrak berakhir.(sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + four =