Makanan Bergizi Gantikan Beras Lansia Di Jembrana

0
165

JEMBRANA-Bentuk perhatian pemerintah terhadap kaum lanjut usia (lansia) melalui Dinas Sosial Jembrana sangat besar. Selama ini pemerintah memberikan bantuan pangan beras. Mengingat tidak diperkenankannya beras diberikan ke lansia sesuai Peraturan Mentri No 90, melainkan digantikan makanan bergizi. Untuk mengakomodir kebutuhan pangan yang memenuhi gizi bagi lansia,Dinas Sosial merancang program Boga Kresna Werda.

“Terdata 495 usia lanjut yang bakal menjadi sasaran pemberian nasi beserta lauknya setiap hari,” kata Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Kresna saat kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat 22 Oktober 2021.

Memantapkan program Boga Kresna Werda, Dinas Sosial beserta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (PMD) Kabupaten Jembrana, melakukan study komparatif ke Pemkab Banyuwangi, yang sudah lebih dulu melaksanakan program rantang kasih kepada warga usia lanjut. Kunjungan kerja Wabup I Gede Ngurah Patriana Kresna, didampingi Kadis Sosial Made Dwipayana, Kadis PMD Gede Sujana. Rombongan diterima Wabup Banyuwangi H.Sugirah serta Kepala Bappeda Suyanto Wasto Tondo Wicaksono di lobi utama Kantor Bupati Banyuwangi.

Wabup Patriana menyampaikan, kunjungannya bersama Dinas Sosial serta PMD, untuk mengetahui tentang program rantang kasih yang telah digulirkan Pemda Banyuwangi, terhadap warga kurang mampu ataupun usia lanjut.

“Kami datang untuk mencari perbandingan terhadap upaya penangulangan kemiskinan ataupun menyangkut masalah sosial dan kebutuhan pangan pada lansia,” terangnya.

Agar program pemberian pangan untuk lansia bisa terlaksana di Jembrana.

“Nanti mulai pendataan.  By name by addres atauv dikelompokkan kebanjar yang ada didesa. Dibuat sistem yang lebih mudah untuk realisasi program ini,”harapnya.

Sedangkan Kadis Sosial Made Dwipayana mengatakan, untuk pemenuhan makanan bergizi bagi para usia lanjut lansia , pihaknya tengah merancang Program Boga Kresna Werda, karena di Banyuwangi diketahui sudah lebih dulu menerapkan melalui Rantang Kasih terhadap warga usia lanjut.

“Setidaknya perbandingan kemari dapat menjadi referensi untuk penerapan Boga Kresna Werda di Jembrana,” paparnya.

Sementara Wabup Banyuwangi H.Sugirah menjelaskan, program rantang kasih ditangani tim penanggulangan kemiskinan yang kebetulan dirinya menjadi ketua tim. Secara lintas sektoral pelaksanaan mulai dari atas Dinas Kesehatan, Kependudukan, Kecamatan hingga ke desa yang menjadi sasaran penanggulangan kemiskinan.

Terkait rantang kasih, warga penerima diberikan makanan nasi beserta lauknya sebanyak 2-3 porsi. Begitu pula mengenai pengantaran, tergantung dari sipenerima rantang kasih. Syaratnya, warga penerima keadaanya tidak memiliki sanak keluarga, sebatang kara atau secara fisik tidak dapat melakukan aktifitas normal. Penerima ada yang minta diantar sekaligus sesuai porsi diterima, ada pula sesuai waktu makan pagi, siang dan sore.

“Intinya, yang menerima rantang kasih menentukan pengantaran, termasuk penyediaan makanan dan gizi diatur di Kecamatan dan desa masing masing,”paparnya.

Program rantang kasih, yang sudah digulirkan sejak 2017 melibatkan 1000 warga penerima. Sumber keuanganya berasal APBD Banyuwangi, Badan Amil Zakat, dan alokasi dana desa (ADD). Program dilaksanakan lintas sektor, seperti kecamatan dan desa sebagai koordinator penyalur makanan, Dinas Kesehatan terlibat menyupervisi gizi dan higienitas makanan yang disediakan oleh warung-warung rakyat.

Dengan program rantang kasih, Pemkab Banyuwangi baru saja mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) Bidang Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup, Banyuwangi sebagai daerah pertama di dunia yang menyantuni ribuan dhuafa dengan makanan siap saji setiap hari.(ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × four =