
KARANGAEM—Desa Ban, Kecamatan Kubu, menjadi salah satu wilayah di Karangasem yang rawan gempa. Ini terlihat dari data kegempaan yang terjadi selama ini. Gempa akibat erupsi Gunung Agung dan gempa Lombok beberapa waktu lalu, membuat wilayah yang berada di lereng timur Gunung Agung porak poranda.
Rawannya tingkat kegempaan yang terjadi di Desa Ban, membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG melakukan pengecekan serta penelusuran jalur sesar dibeberapa Banjar di Desa Ban.
Penelusuran jalur sesar yang dilakukan bersama BPBD Karangasem itu, untuk memastikan tingkat kegempaan yang ada.
Plt Kabid Kebencanaan dan Kesiapsiagaan, BPBD Karangasem, Putu Eka Putra Tirtana, menyampaikan, pengecekan dan penelusuran jalur sesar itu untuk mengetahui kondisi tanah dan lapisan tanah yang ada di Desa Ban. Mengingat setiap ada gempa, ratusan bahkan ribuan unit bangunan rumah yang ada disana tingkat kerusakannya selalu parah.
Dikatakan, penulusuran jalur sesar di Desa Ban yang menggunakan alat mikrotremor berjalan lama. “Penelusuran dilakukan di beberapa titik lokasi gempa yang dampaknya paling parah,”kata I Putu Eka Putra Tirtana, Kamis (21 Oktober 2021).
Ditambahkan, pengecekan jalur sesar yang dilakukan PVMBG pada Rabu 20 Oktober 2021, diawali dari Banjar Jatituhu dan Banjar Dinas Temakung.
“Di Jatituhu ditemukan lapisan bebatuan agak tipis, sedangkan lapisan atasnya agak tebal. Kondisi ini kemungkinan yang membuat bangunan warga rusak, retak, hingga ambruk,” terangnya.
Sedangkan di Temakung lapisan bebatuan agak tebal, dan lapisn atasnya tipis. Petugas PVMBG terus melaksanakan penelurusan dan mencari penyebab gempa hingga berdampak parah.
“Hasil penelusuran ini, data yang didapatkan dengan alat mikrotremor akan digunakan untuk mengeluarkan rekomndasi dari PVMBG,” jelasnya, seraya menambahkan, penulusuran jalur sesar di Desa Ban juga dihadiri Plt Kalaksa BPBD Karangasem, IB Arimbawa dan Kabid KL Provinsi Bali. (wat)








