Bulutangkis Tatap PON 2024 Dengan Raihan 1 Perak dan 2 Perunggu

0
226
Komang Cahya saat tampil di babak final PON Papua. (wb/ari)

JAYAPURA – Sukses mencetak sejarah selama 73 tahun belum pernah meraih dan akhirnya terealisasi, sekarang bulutangkis Bali menatap PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) dengan modal 1 perak dan 2 perunggu di PON Papua.

Medali terakhir diraih tim bulutangkis PON Bali melalui Komang Ayu Cahya Dewi yang harus mengakui keunggulan Sfaifi Riska Nur Hidayah dengan skor 21-8, 17-21 dan 18-21 di babak final yang dihelat di GOR Waringin Kota Jayapura, Rabu 13 Oktober 2021.

BACA JUGA:   Ini Kekhawatiran Tim Biliar PON Bali. Apa itu ?

Menurut Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya, usai mencetak sejarah tim bulutangkis Bali mulai menatap PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara untuk bisa mempertahankan prestasi itu. Jika PON nantinya menggunakan regulasi maksimal usia 23 tahun, hanya satu pebulutangkis saja yang masih bisa bermain kembali yakni Komang Ayu Cahya Dewi yang notabene peraih medali perak satu-satunya Bali. Namun, itu baru sementara karena regulasi umur untuk PON selanjutnya belum ditentukan.

BACA JUGA:   Duh, Konsumsi PON di Mimika Mulai Terlambat

“Terimakasih atas kerjasama semua pihak dari pengurus, pelatih, orang tua atlet, KONI Bali dan pihak lainnya selama persiapan PON Papua ini. Sekarang PR besar ada di depan, waktu tiga tahun wajib melakukan regenerasi untuk mencetak atlet yang berkualitas sekaligus mempertahankan apa yang kita capai sekarang,” terang Winurjaya.

Terkait hasil medali ini, Winurjaya mengakui jika pencapaian melebihi dari target.

“Target yang diminta KONI Bali adalah tiga perunggu. Sekarang kami bisa berikan satu perak dan dua perunggu sudah sangat baik, meskipun emas belum bisa diperoleh. Saya apresiasi kerja keras atlet khususnya,” demikian Winurjaya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

9 + nine =