
JAYAPURA – Pupus sudah harapan tim pencak silat PON Bali dalam menjaga tradisi emas di nomor seni Tunggal, Ganda dan Regu (TGR) yang diraih setiap PON. Pasalnya pada PON XX/2021di Papua, di nomor TGR tim silat PON Bali Bali hanya menyumbangkan 1 perak dan 3 perunggu saat final yang dihelat di GOR Toware, Kabupaten Jayapura, Senin kemarin 11 Oktober 2021.
Bali sebenarnya memiliki lima wakil di final kemarin. Medali perak disumbangkan pasangan ganda putra I Putu Anom Wiraguna/I Kadek Nyeneng Jaya Wiguna setelah tersisih oleh pasangan Suhardin Ifu/Lutfi Ebiyanto asal Papua yang meraih medali emas. Sedangkan perunggu diraih pasangan Jabar Oki Oktavian/Zaen Nurdin.
Di nomor ganda putri, pasangan Bali Ni Putu Cincin Citra Dewi/Ni Made Mega Sri Wahyuni hanya mampu mempersembahkan perunggu. Emas diraih Jabar Riska Hermawan/Ririn Rinasih. Perak diraih oleh wakil Papua Miftiyah Husnul/Devi Susanti. Perunggu bali lain diberikan tunggal putri NI Kadek Astini. Dia meraih perunggu setelah mengoleksi 449 poin. Satu perunggu lagi disumbangkan Made Ananta Pradnya, Putu Yudhi Surya Pratama dan I Kadek Adi Santosa yang turun di nomor seni beregu putra.
Dari cabang olahraga (cabor) kempo, Bali menambah 1 medali perunggu pada hari ketiga PON XX /2020 saat bertanding di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Senin (11/10/2021). Medali perunggu dipersembahkan Agung Ratih Saraswati, Griselda Nadya Billy, Rudy Sihaloho dan Walter Rau di nomor embu beregu campuran dengan nilai 264.
Sementara medali emas diraih Gugun Gunawan, Muhammad Amin, Muhammad Bayu Ramadhan, dan Sigit Pamungkas (Kaltim) dengan nilai 269, sedangkan Medali perak diraih Andri Sadrianis Sobo, Defliar Mathius Toh, Fernando Modertus Arae Balla, dan Rizal Alexander Sobo (NTT) dengan nilai 268. Dengan tambahan 1 medali perunggu untuk sementara Tim Kempo Bali telah berhasil mengumpulkan 1 medali emas dan 2 medali perunggu. (ari)








