
JAYAPURA – Pemanjat tebing PON Bali Temi Teli Lasa sukses melaju ke babak final nomor Lead Peroragan Putra setelah di babak semi final mampu menempati ranking pertama. Sayangnya kesuksesan Temi tak bisa diikuti dua pemanjat tebing putra dan putri PON Bali yakni Nadya Putri Virgita dan Rifaldi Ode Ridjaya yang kurang beruntung.
Berlaga di babak semi final yang digelar di Arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Jayapura pada Senin 4 Oktober 2021. Temi melaju ke final dengan posisi di puncak menyisihkan Ravianto Ramadhan dari Papua yang menempati ranking 2, Bim Sigrid dari Jawa Baratt di ranking 3 serta pemanjat tebing lainnya di ranking 4 sampai ranking 8.
Sedangkan Rifaldi yang bertanding pada final nomor boulder perorangan putra harus puas menempati ranking 4 dibawah peraih medali emas Aviansyah dari Jawa Timur, Khoirul Aam juga dari Jawa Timur yang meraih peperak serta Bim Sigrid dari Jawa Barat.
Sementara Nadya Putri Virgita gagal meraih medali di nomor perorangan putri karena menempati ranking 8 atau paling akhir di babak final Lead Perorangan Putri.
Kepala Pelatih Tim Panjat Tebing PON Bali Suhardi Eka Prasetya saat dihubungi dari Jayapura menjelaskan, Kegagalan Ode Ridjaya itu hanya faktor kurangberuntung karena hanya selisih waktu sedikit saja untuk meraih medali.
“Sepertinya Rifaldi Ode kesulitan memiliki inisiatif dalam memecahkan masalah sehingga lawan-lawannya melewatinya. Padahal dalam simulasi dan latihan sangat bagus. Ya ini namanya kurang beruntung,” jelas Suhardi.
Menyoal Nadya sampai ranking terakhir diakuinya jika hal itu juga karena kurang beruntung lantaran Nadya terjebak di jalur saat bergerak dan terkunci sehingga saat move terjatuh.
“Jadi soal Nadya ini bukan karena masalah skill karena dari skill Nadya sangat mumpuni. Ya kembalinya itu tadi, kurang beruntung,” demikian Suhardi. (ari)








