
JAYAPURA – Tim cricket putra PON Bali kembali menghadapi tim cricket putra Papua di final nomor Twenty-Twenty setelah sebelumnya kedua tim ini bertemu juga pada final nomor Super Sixes di PON XX/2020. Bali maupun Papua bakal berlaga di final yang digelar di Stadion Doyo Baru Lapangan Utama, Senin 4 Oktober 2021.
“Bali dan Papua sempat bertemu di final lalu dan Bali meraih emas. Sekarang bertemu lagi namun di nomor berbeda. Segala persiapan sudah dilakukan serta recovery sudah bagus,” kata Ketua Umum Pengprov PCI Bali, AA Bagus Tri Candra Arka di Jayapura, Minggu 3 Oktober 2021.
Sementara di bagian putri, Bali bakal meladeni Kalimantan Timur (Kaltim) pada hari dan d lapangan dengan kawasan sama.
“Tim putri sudah melalui fase menegangkan saat semifinal lalu melawan DKI Jakarta karena tim ibukota itu merupakan musuh bebuyutan Bali. Bersyukur Bali mampu mengatasi tapi tetap kami minta agar tim putri konsentrasi dan tidak lengah apalagi melihat sebelah mata. Ini peluang terakhir dalam memberikan emas untuk Bali,” imbuh pria akrab disapa Gung Cok itu.
Tim cricket putra dan putri Bali sampai saat ini telah menyumangkan 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu bagi Bali dari dua nomor yakni Super Sixes dan Super Eight.
Sementara itu, cabang olahraga (cabor) wushu, tim PON Bali gagal membawa pulang medali setelah tim beregu putra bercokol di posisi enam di kategori Duilian yang dipertandingkan di GOR Futsal Dispora Kota Merauke. Bali yang diperkuat dua atlet hanya menempati peringkat 6 dari 7 peserta.
Duet Bali I Ketut Adi Putra Adnyana dan Made Paramasuta hanya meraih total 9,11. Raihan nilai jauh dibanding duet Jawa Timur William Ajinata/Nicholaus dengan poin 9,51 peraih emas. Sementara Jateng dengan atletnya Yofan/Ardhya meraih perak dengan nilai 9,46 dan perunggu diraih Sumatera Utara melalui oleh Fredy/Nicholas dan Wilbert dengan poin 9,37. (ari)








