Dewan Minta Kegiatan Usaha UMKM Dilonggarkan

0
139
Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry.
Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry.

DENPASAR -Berbagai kebijakan pemerintah terus dilakukan untuk menekan laju kasus positif Covid-19. Salah satunya penerapan PPKM  Darurat. Hanya, kebijakan yang diberlakukan mulai 3-20 Juli 2021 belum menunjukkan tanda-tanda menurunnya Covid-19 dan sebaliknya terus meningkat.

Per Sabtu 19 Juli 2021, kasus harian Covid-19 di Bali tercatat 1.019 orang dan muncul wacana memperpanjang PPKM Darurat sampai akhir bulan. “Kalau PPKM Darurat diperpanjang lagi, harus ada kebijakan pemerintah memberikan kelonggaran jam buka pada kegiatan usaha sektor UMKM di seluruh Bali supaya kehidupan ekonomi tetap bisa berjalan,” pinta Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry saat dikonfirmasi via telepon, Minggu 18 Juli 2021.

Sugawa Korry mengatakan, kebijakan kelonggaran pada kegiatan usaha UMKM ini dimaksudkan supaya ada pergerakan ekonomi sehingga masyarakat tidak berteriak lantang terhadap kebijakan pemerintah di tengah pandemi. Yang terpenting bagaimana masyarakat di arahkan melakukan aktivitas tidak menimbulkan kerumunan.

“Masyarakat diarahkan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes), menggunakan masker secara benar, mencuci tangan secara rutin. Kegiatan ekonomi masyarakat khususnya UMKM agar diberikan kelonggaran,”harapnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta memberikan solusi di tengah penerapan PPKM Darurat dengan mengucurkan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat yang berkeadilan. “Bantuan langsung tunai (BLT) harus segera digulirkan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Sugawa Korry juga menambahkan, kasus positif Covid-19 terus meningkat dan pelayanan rumah sakit juga sudah kewalahan menangani pasien. Bahkan, para tenaga kerja kesehatan sudah cukup banyak meninggal. Banyaknya pasien Covid-19 tentunya berpengaruh terhadap pasokan oksigen di semua rumah sakit selain obat-obatan lainnya. “Ketersediaan oksigen jangan sampai langka di Bali. Ketersediaan oksigen harus aman dan harus mencukupi selama pandemi,” pintanya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali Made Rentin menegaskan, sejak awal pandemi, keberadaan masker paling ampuh sebagai upaya menangkal Covid-19 hingga dibuat slogan “Tat Twam Asi”. “Slogan kita di Bali Tat Twam Asi yang artinya kamu melindungi aku dan aku melindungi kamu,”jelasnya.

Ia menceritakan, ketika vaksin belum ada, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa menyumbang  baju kaos dan beberapa masker kepada Satgas Covid-19 dan tertulis slogan “Tat Twam Asi. “Jadi, dari dulu dan sejak awal pandemi kami terus gelorakan dan mengampanyekan masker, masker, dan masker. Maskerku melindungimu dan maskermu melindungiku,” tandasnya. (arn,dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here