Manajer Koperasi GASB Tak Penuhi Janji, Nasabah Mesadu ke Dewan

0
310

GIANYAR – Puluhan orang perwakilan nasabah Koperasi  Griya Anyar Sari Boga ( GASB) mengadu ke DPRD Gianyar terkait dana mereka yang hingga kini tidak ada kejelasan.

Sebelumnya, manager koperasi menjanjikan akan mengembalikan uang nasabah yang totalnya Rp 5 miliar dengan cara dicicil, tapi tak kunjung terealisasi.

Perwakilan nasabah tiba sekitar pukul 10.00 WITA, Senin 14 Juni 2021. Salah seorang adalah Dewa Mangku Nyoman Ngetis. Pinandhita di Pura Merajan Agung Puri Gianyar ini mengaku memiliki tabungan Rp 50 juta dari tahun 2020.
Namun, keberadaan uangnya itu tidak jelas karena koperasi GASB tidak pernah buka lagi. “Seluruh uang sesari dan uang insentif dari pemerintah saya tabung ke koperasi,”katanya.

Kedatangan nasabah diterima Anggota DPRD Gianyar I Made Wardana dan Plt. Kadiskop Gianyar Dewa Gede Alit Mudiarta. Pada pertemuan itu terungkap Koperasi GASB bermasalah dan diduga dana nasabah Rp 5 miliar dipakai untuk kepentingan pribadi. 

“Teknisnya, manager ini akan mengembalikan dana itu setiaap triwulan sebanyak Rp 250 juta. Kenyataannya, hingga kini kami tidak mendapatkan informasi apapun. Malahan, kantor Koperasinya tutup,” ujarnya.

Mereka berharap dewan dan Plt. Kadiskop bisa menyikapi kondisi yang mereka alami. Harapannya, koperasi tetap dibuka agar ada keterbukaan informasi, pengurus dan pengawas koperasi agar meminta oknum menager untuk menepati janjinya, meminta diadakan Rat dan ada pengebalian uang nasabah.

Namun, kedatangannya ke gedung dewan tidak mendapat jawaban memuaskan. Sebab, anggota DPRD Gianyar hanya menyatakan jika pihaknya hanya sebagai fasilitator dan meminta Plt. Kadiskop menindaklanjuti keluhan anggota koperasi ini. Plt. Kadiskop Dewa Mudiarta pun menagaskan akan memanggil pengawas, pengurus termasuk manager Koperasi GASB, Selasa 15 Juni 2021. ” Kami akan panggil dulu untuk mengetahui sejauh mana permasalahannya dan upaya penyelesaiinya yang sudah dilaksanakan. Selanjutnya akan kami pelajari dulu, ” katanya singkat.

Sebelumnya, kisruh Koperasi Griya Anyar Sari Boga (GASB) Gianyar dimulai pada akhir tahun 2020.   Saat itu, nasabah mengeluhkan tidak bisa menarik dana tabungan. Setelah dilakukan audit internal oleh para pengurus, dana senilai Rp 5 miliar lebih diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum manajer Unit Simpan Pinjam.  

Temuan pengawas, terungkap jika oknum manajer menggunakan dana koperasi keperluan pribadi terdiri  dari dana deposito nasabah yang jumlah mencapai Rp 3 miliar lebih,  tabungan Rp 700 juta, penggunaan nama  debitur lain hingga Rp 300 juta, penggunaan kas di BRI  Rp 500 juta lebih hingga cas bon Rp 200 juta. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here