
TABANAN – Keberadaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kalibalang, Payangan, Marga, Tabanan sempat mati suri beberapa tahun. Namun sejak empat tahun terkahir LPD Desa adat Kalibalang kembali bangkit dan usahanya semakin maju. Setiap tahun selalu menghasilkan keuntungan yang sangat signifikan. Sebagai bentuk kepedulian kepada warga, LPD menyerahkan bantuan sembako kepada warga.
Seperti diungkapam ketua LPD Desa Adat Kalibalangm Dewa Gede Diksa Asmara, sejak empat tahun kembangkitan kembali LPD Kalibalang, pihaknya selaku manager berupaya keras memajukan usaha simpan pinjam yang menjadi usaha LPD. Setelah berjalan empat tahun, perkembangan sangat menggembirakan. Geliat masyarakat menambung maupun meminjam sangat bagus yang dapat membantu perekonomian masyarakat Desa adat Kalibalang.
“Setelah cukup lama mati suri, sejak empat tahun ini LPD kami bangkit kembali,” ungkap Dewa Diksa Asmara, Minggu 28 Februari 2021.
Dalam perjalanan selama empat tahun ini, aset yang dimiliki LPD Kalibalang akhir tahun 2020 sudah mencapai Rp 2,7 Miliar. Jumlah tabungan masyarakat sebanyak Rp 662, 48 Juta lebih naik 7,9 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 613,83 Juta lebih. Deposito sebesar Rp 1,7 Miliar lebih naik 10,5 persen dari sebelumnya Rp 1,53 Miliar lebih. Angka kredit sebesar Rp 2,33 Miliar lebih, tumbuh 13,4 persen dari Rp 2,05 Miliar. Sementara laba yang berhasil diraih Rp 102, 28 Juta turun 15,2 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 120,57 Juta.
Serangkaian dengan pelaporan akhir tahun 2020, Dewa Diska Asmara mengatakan, pihaknya membagikan bantuan sembako kepada warga. Hal ini sebagai upaya membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Hasil yang diraih LPD sekaligus pembagian sembako ini mendapat apresiasi dari Bendesa adat Kalibalang dan prajuru serta masyarakat adat Kalibalang. (jon)








