Panglima TNI dan Kapolri Datangi Dua Pasar di Bali, Ingatkan Tiga Permasalahan

0
44
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek penerapan prokes di Pasar Badung.

DENPASAR – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Pasar Kumbasari dan Pasar Badung, Kamis, 4 Februari 2021. Kedua jenderal bintang empat di pundak itu ingin memastikan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Selama kurang lebih 15 menit mengelilingi pasar, Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan keterangan pers. Menurutnya, penerapan prokes di kedua pasar tradisional tersebut cukup bagus. “Prosedur masuk pasar diawasi oleh petugas Satgas Covid-19. Pengunjung pasar wajib pakai masker. Ada tempat cuci tangan. Jumlah pengunjung masuk pasar di batasi. Selain itu antara pembeli dan pedagang ada sekat pembatas,” ujarnya.

Artinya, kata Hadi Tjahjanto, penerapan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker) di Pasar Kumbasari dan Pasar Badung berjalan sesuai prosedur. Meski dinilai bagus, ia tetap mengimbau pengunjung pasar supaya tidak bosan menerapkan dan mematuhi prokes untuk menekan kasus Covid-19.

Secara khusus kepada personel TNI, Polri, Pecalang dan dinas terkait, Panglima meminta agar selalu mengingat tiga permasalahan. Pertama, pengunjung yang datang dicek, apakah pakai masker atau tidak. Kedua, meski sudah pakai masker harus dicek apakah pemakaian masker benar ata salah. Ketiga, apakah masker yang digunakan standar atau tidak. “Saya mengingatkan kepada petugas di lapangan untuk terus mengingatkan masyarakat pengunjung pasar dengan menggunakan pengeras suara keliling pasar. Jangan bosan untuk terus mengingatkan Prokes. Siapkan masker di depan pasar,” harapnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, untuk mencegah dan menekan angka Covid-19, langkah paling balik melalui pencegahan laju pertumbuhan penyebarannya. Mantan Kabareskrim itu berharap agar masyarakat tidak takut dan menghindari rapid tes. “Tujuannya agar kita tahu mana di antara keluarga atau saudara kita yang terpapar. Karena ada yang terpapar, tapi tidak ada tanda-tanda. Penularan Covid- 19 sangat cepat dan mudah,” tegasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here