Rawan Atmaja : PSBB, Ekonomi Seret, Jangan Salahkan Masyarakat

0
39

DENPASAR – Pelaksanaan Pembatasan Sosial Kegiatan Berskala Besar (PSBB) maupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) nampaknya tidak berpengaruh besar menurunnya resiko penularan Covid-19 di Bali. Terbukti semakin meningkat terus dan tingkat hunian rumah sakit juga hampir mendekati 100 persen.

Bahkan di RSBM, rumah sakit milik Pemprov Bali ini, memanfaatkan ruangan pelayanan penyakit kanker dijadikan tempat perawatan pasien covid. Kasus Covid meningkat dan ekonomi semakin seret jangan salahkan masyarakat kita, mereka butuh makan sehingga perlu beraktivitas. Hal itu diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Bali Wayan Rawan Atmaja, seusai rapat di ruang Bapemperda DPRD Bali Kamis ( 21/1/2021).

“Kegiatan masyarakat tidak bisa kita batasi apalagi upacara adat. Kalau tidak dikasi beraktivitas, ekonomi masyarakat tidak jalan, mau makan apa mereka kalau tidak kerja,” ujarnya.

Sementara bantuan pemerintah yang walaupun memberikan sejumlah bantuan, berupa sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya karena Covid perkepanjangan. Apalagi di daerah pariwisata yang sebelumnya penuh dengan kehidupan yang berkecukupan.

“Sekarang, tidak bisa berkutik kalau tidak beraktivitas, tabungan habis karena Covid-berkepanjangan,” imbuhnya.

Politisi Golkar Rawan Atmaja juga menambahkan, di Badung saat ini pemerintah daerah juga menggelontorkan dana tunai Rp 300 ribu dan di sejumlah desa sudah cair sejak Jumat lalu.

“Disaat pandemi sekarang, uang itu memang sangat berarti apalagi masyarakat miskin akan diprioritaskan untuk bisa bertahan hidup dipakai beli beras seminggu dan setelah itu kembali beraktivitas untuk bertahan hidup,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here