
Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri pemalspasan patung banteng di Banjar Pangkung Prabu, Tabanan
TABANAN – Bertepatan dengan rahina suci Tumpek Kandang, Sabtu (5/12/2020) berlangsung prosesi pemelaspasan patung banteng. Prosesi tersebut berlangsung disebelah selatan Taman Pahlawan Pancakatirta atau diwilayah Banjar Pangkung Prabu, Desa Delod Peken, Tabanan.
Prosesi pemelaspasan patung banteng yang berwarna hitam tersebut dipimpin oleh seorang sulinggih. Yakni Ida Pandita Empu dari Griya Pangkung Prabu dan dibantu oleh beberapa orang pemangku pengayah.
Acara ini dihadiri secara langsung Ketua DPC Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE., MM. Turut mendampingi tiga orang anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan yakni I Gusti Komang Wastana, S.Pd., I Putu Desta Kumara dan Ni Made Rahayuni. Selain itu hadir pula puluhan kader PDIP Tabanan dan berbagai unsur lainnya.
Seorang warga setempat yang namanya enggan dimediakan “hidupnya” kembali patung Laskar Banteng ini sebagai simbol sepirit kebangkitan masyarakat Tabanan. Adapun kebangkitan yang dimaksudkan adalah bangkit untuk Bersatu membangun Tabanan.
Sementara itu, Dr. Sanjaya mengatakan bangkitnya kembali patung ini sebagai simbol tetap hidupnya spirit dan pemikiran Bung Karno pada masyarakat Tabanan. Patung ini sendiri merupakan sebuah karya yang dibangun pada jaman Bung Karno.
“Kembali hidupnya patung ini menandai bangkitnya roh perjuangan untuk bersatunya masyarakat Tabanan,” ucapnya.

Dijelaskan, bangkitnya kembali patung ini setelah melalui prosesi perbaikan dan dipelaspas. Patung ini untuk mengingatkan kembali sekaligus sebagai spirit perjuangan untuk bersatu masyarakat Tabanan.
“Dijaman dulu laskar banteng berjuang mengusir penjajah. Sekarang dengan bangkitnya patung Laskar Banteng ini memberi kita spirit untuk bersatu berjuang dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan,” terangnya.
Yang lebih penting lagi imbuhnya, dengan berdirinya kembali patung Laskar Banteng ini, masyarakat Tabanan harus semakin gigih dalam bersatu membangun Tabanan dengan meneladani pemikiran-pemikiran Bung Karno dan pejuang-pejuang lainnya.
“Dalam bersatu membangun Tabanan, seluruh semeton patut meneladani pemikiran-pemikiran Bungkarno dan spirit perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Seperti Gusti Ngurah Rai, Bapak Debes dan tokoh-tokoh pejuang lainnya,” pungkasnya. (jon)








