
GIANYAR – Sekaa Teruna Banjar Gelulung, Desa Sukawati, Gianyar, menyulap Tukad Bembeng menjadi tempat rekreasi hingga ramai dikunjungi masyarakat. Tak hanya sekadar mandi, penataaan kekinian dengan dilengkapi payung dan umbul-umbul warna cerah itu dipakai spot swafoto hingga menyantap makanan bersama layaknya tradisi megibung.
Ketua Sekaa Teruna Dharma Sentana I Putu Dwipayana mengatakan, progres penataan Tukad Bembeng memasuki tahap finishing. ” Pembersihan sampah sudah hampir selesai, tinggal penataan tanaman dan lain-lainnya,” katanya, Kamis (3/12/2020).
Inisiatif penataan, kata I Putu Dwipayana, berawal dari dirinya bersama beberapa temannya mengisi waktu luang mancing di tukad yang cukup lama tak dilirik lagi oleh masyarakat. “Saya bersama beberapa teman-teman sempat keliling hingga keluar inisiatif melakukan penataan,” ujar Dwipayana yang merupakan mahasiswa semester III jurusan Karawitan ISI Denpasar ini.
Sekaa teruna setempat mengawali penataan dengan bersih-bersih hampir setiap hari. Ia berharap kedepannya Tukad Bembeng jadi objek wisata baru di Gianyar. Apalagi, lokasinya hanya sekira 500 meter sebelah barat Pasar Seni Sukawati.
Sekadar diketahui, Tukad Bembeng juga memiliki keunikan yang tidak bisa ditemui di tempat lain. Aliran tukad ini diibaratkan ‘Teledu Nginyah’. Aliran airnya dari sisi barat, satunya mengalir ke selatan dan satu lagi ke utara. Kemudian, kedua aliran air tersebut bertemu di sisi timur. Di tengah-tengah aliran tukad, terdapat lahan milik warga yang era tahun 1980-an dijadikan mes pekerja garmen. Sebelum PDAM masuk ke rumah warga, Tukad Bembeng dijadikan tempat permandian umum dan dulunya air tersebut juga dikonsumsi oleh warga dengan disimpan terlebih dahulu pada gerombong yang terbuat dari batu padas. (jay)








