Tim Yustisi Sidak Motor di Atas Trotoar

0
62
Tim Yustisi melakukan penertiban motor yang parkir di atas trotoar di seputaran Pasar Mentigi,Nusa Penida

KLUNGKUNG- Trotoar yang semestinya berfungsi untuk pejalan kaki, tapi trotoar di Nusa Penida kenyataannya di lapangan sering sekali dimanfaatkan untuk parkir motor. Tidak itu saja, sejumlah pedagang di Pasar Mentigi, Nusa Penida menaruh dagangan meluber hingga diatas trotoar.
 
Kondisi itu memaksa tim yustisi bertindak, menertibkan pelanggar. Tim yustisi menggelar operasi penertiban di sekitar Pasar Mentigi, Rabu (2/12). Tim yustisi dipimpin langsung Sekretaris Camat Nusa Penida  I Nyoman Suarta memberikan teguran keras kepada pemilik motor yang parkir di atas trotoar. Pun dengan pedagang yang menaruh dagangan hingga meluber ke atas trotoar diberikan warning agar memindahkan barang dagangannya. Sementara tim yustisi baru sebatas memberikan teguran dan warning kepada pelanggar ketertiban umum itu.  
 
I Dewa Nyoman Sujana menyampaikan sesuai Perda Kabupaten Klungkung Nomor 2 Tahun 2014  tentang Ketertiban Umum Pasal 6 ayat 1, menyatakan setiap pemilik kendaraan harus parkir ditempat yang telah ditentukan. “ Kami ingin mengembalikan fungsi dari trotoar yang memang dikhususkan untuk pejalan kaki. Jika tertib kan bagus kelihatanya, pejalan kaki merasa nyaman dan aman,” tandas Sujana.
 
Sujana mengancam jika masih ada pelanggaran, maka pihaknya akan mengambil tindaka tegas memproses pelanggar. “Jika nanti kembali terciduk parkir sembarangan di trotoar, akan saya lanjutkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), tetapi untuk saat ini masih pembinaan,” katanya.
 
Tim yustisi bergerak sepanjang Batununggul dan Kutampi Kaler yang difokuskan di seputaran Pasar Mentigi. Dari hasil penertiban terciduk enam pemilik kendaraan yang terparkir di trotoar, dua kendaraan tidak diketahui pemiliknya sementara empat diberikan teguran. I Nyoman Suarta mengharapkan bagi pengendara dan pedagang khususnya di seputaran Pasar Mentigi untuk mengindahakan, tidak menggunakan trotoar sebagai tempat parkir kendaraan dan berjualan. 
 
“ Kami akan melakukan penertiban setiap saat. Tertib kan enak dipandang, pejalan kaki merasa nyaman, trotoar jadi rapi. Mari kita bersama-sama untuk tertib tidak parkir dan berdagang di trotoar,” ajak Suarta. (yan)
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here