Curhat Pedagang di Relokasi Pasar Umum Sukawati yang Sepi Pembeli

0
87
SEPI : Suasana di tempat relokasi pasar umum Sukawati di Banjar Gelumpang, Selasa (17/11/2020) pagi.

GIANYAR – Sejumlah pedagang yang menempai tempat relokasi pasar umum Sukawati curhat di media sosial. Mereka berkeluh kesah sepinya pembeli.

“Mari mampir di relokasi pasar umum Sukawati tepatnya di Banjar Gelumpang, Sukawati. Menyediakan berbagai kebutuhan pokok, Yadnya, kain-kain, baju anak-anak dan dewasa. Dekat dengan pantai purnama Bypass Ida Bagus Mantra. Mecelep gen malu (masuk aja dulu,red) dengan hamparan sawah yang sejuk angin sepoi-sepoi buat pedagang menjadi mengantuk karena tidak ada pembeli yang mau ke sini terpaksa para pedagang banyak yang tutup,”tulis pedagang I Nyoman Suardika di akun media sosial.

Sepinya pembeli ditengarai karena tempat relokasi terlalu jauh dari pasar lama yang lokasinya di pusat Desa Sukawati.”uli semeng sampai siang suwung pak (dari pagi sampai siang sepi pak, red). Pedagang banyak tidak jualan karena sepi pembeli,”tulis Suardika mengomentari pertanyaan netizen.

Pedagang lainnya yaitu Hendrik Sutarjana juga mengakui kondisi tersebut. “Saya dan ibu saya jualan sayur di pasar sana (pasar lama) dan diwajibkan relokasi ke sini. Tempatnya bagus pak, tapi sayang  jauh dari pasar lama dan terpaksa kami mencari tempat lain pak karena saya pedagang dini hari,”ujarnya di akun tersebut.

Sementara, pantauan WARTA BALI, Selasa (17/11/2020) pukul 06.00 WITA, situasi pasar memang sangat sepi dari pukul 06.00 WITA. Tak tampak seorang pun pedagang pelataran maupun pedagang bermobil yang biasanya menjajakan dagangan hasil pertanian. Bahkan, kios-kios banyak masih tutup dan hanya beberapa pedagang terlihat bengong menunggu pembeli.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar Luh Gede Eka Suary mengatakan,  sepinya pasar tak hanya terjadi di tempat relokasi pasar Sukawati  tapi juga di beberapa pasar. “Kalau problem sepi semua sama. Di pasar-pasar yang lain mengalami hal itu juga. Suasana Covid ini penyebab utamanya. Kita tidak bisa memaksa orang belanja  karena memang gak punya duit. Pegawai hotel yang kena PHK banyak memilih jualan tapi gak ada orang belanja juga,”ujarnya.

Disinggung adanya pedagang berjualan di pinggir jalan, Luh Gde Eka Suary menegaskan sudah diadakan pertemuan antara camat, perbekel dan bendesa Sukawati. “Sudah diadakan pertemuan untuk mencari jalan keluar pedagang dadakan maupun pedagang asli agar tidak berjualan di pinggir jalan dan diminta kembali ke pasar Gelumpang (tempat relokasi, red),”ungkapnya.

Setelah pertemuan, pihaknya juga menyurati pedagang agar kembali ke tempat relokasi di Banjar Gelumpang. “Hari ini kami kirimkan surat kepada para pedagang asli yang harusnya menempati relokasi untuk kembali ke Gelumpang. Pak kades maupun bendesa beserta aparat terkait di desa juga siap melakukan penertiban di seputar Sukawati bagi yang melanggar ,”tandasnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here