Empat Kandidat Rektor ISI Denpasar Sampaikan Visi Misi, Satu Tersisih

0
65
Empat kandidat Rektor ISI Denpasar menyampaikan visi misi di depan Sidang Terbuka Senat ISI Denpasar, Senin (2/11/2020).

DENPASAR –  Empat kandidat rektor menyampaikan pemaparan visi  misi dalam tahapan pemilihan rektor (Pilrek) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar periode 2021-2025, Senin (2/11/2020).

Empat kandidat itu adalah Dr. I Ketut Sariada, SST, M.Si., Prof. Dr. I Wayan Adnyana, S.Sn., M.Sn., Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn., dan Prof. Dr. I Nyoman Artayasa, M.Kes. Pada sidang terbuka secara daring itu, masing-masing kandidat diberi waktu 15 menit memaparkan visi misi.

Di  sesi kedua,  berlangsung tanya jawab kandidat rektor dengan panelis selama 15 menit setiap  kandidat. Panelis terdiri dari Rektor Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., Prof. Dr. I Wayan Dibia, MA., para dekan, kepala biro serta pejabat lain di lingkungan ISI Denpasar.

I Ketut Sariada sebagai kandidat nomor urut 1 memaparkan visi “Nangun Sani Parisuda lan Paripurna” yang bermakna membangun kegiatan seni yang mencerdaskan, menyehatkan, mensejahterakan, dan menyenangkan. “Visi itu akan kami bangun dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga seni mampu memberikan pencerahan dan mencerdaskan di segala bidang, tidak hanya bagi civitas kampus, tapi masyarakat luas,” kata Sariada.

Kandidat berikutnya yaitu I Wayan “Kun” Adnyana bertekad memajukan perguruan tinggi seni pelat merah tersebut dengan memanfaatkan semua potensi yang ada. Kandidat yang kini menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini melihat 17 potensi (keunggulan) ISI Denpasar, mulai dari akreditasi institusi (A), 10 Prodi Sarjana (A) dan prodi di Pascasarjana ISI Denpasar juga meraih A. “Potensi lain yang tak kalah penting bahwa di ISI Denpasar ada mahasiswa asing dari 69 negara, dari seluruh benua belajar ke sini. Ini juga menjadi potensi yang sangat baik untuk pengembangan lembaga ke depan,” kata Kun.

Sementara, Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn., menyampaikan jika dipercaya menjabat rektor bertekad membawa ISI Denpasar menuju perguruan tinggi seni global berlandaskan pada kekuatan seni budaya lokal, teknologi dan digitalisasi. Ia menginginkan ISI Denpasar menjadi barometer penciptaan seni, baik klasik, tradisi, modern, maupun kontemporer.  Selanjutnya, menghasilkan lulusan yang trampil, cerdas, professional, dan kompetitif di pasar kerja, baik lokal, nasional, dan internasional, menjadi perguruan tinggi seni yang unggul dalam segala bidang di Indonesia, menekankan keseimbangan antara akademis dan sosial di masyarakat.

“Terakhir, saya ingin mewujudkan harmonisasi antara tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan sesuai dengan tupoksinya dan terciptanya karya-karya yang spektakuler , menumental, dan popular di masyarakat,”ungkapnya.

Sedangkan terakhir I Nyoman Artayasa berkeinginan membangun ISI Denpasar sebagai kampus yang berbasis mutu menuju merdeka belajar. “Iklim kerja dan akademik harus mengacu pada standar mutu. Kita harus biasakan pola seperti ini untuk menentukan kualitas,” jelasnya.

Jika terpilih, Artayasa berencana menambah fakultas media rekam, pendidikan dan seni. Tambahan fakultas itu, kata dia, berpotensi menarik jumlah mahasiswa yang lebih banyak lagi menuju ISI Denpasar sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTBH). “Kami ingin rubah status Perguruan Tinggi Satuan Kerja (PT Satker) menuju PTBH, salah satu caranya menggenjot jumlah mahasiswa,” sebutnya.

Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., dikonfirmasi usai kegiatan berharap penggantinya kelak mampu menjalankan amanah rencana strategis yang akan disusun pada 2021 mendatang. Ia melihat, dari segi infrastruktur atau fasilitas sudah tidak ada masalah. “Renstra ke depan saya rasa fokus pada penguatan sumber daya manusia karena beberapa guru besar kita banyak yang pensiun. Kemudian pada sistem juga perlu dilakukan pembenahan mengikuti aturan-aturan pemerintah seperti kampus merdeka dan merdeka belajar,” tandasnya.

Usai penyampain visi dan misi,  Panitia Pilrek langsung menggelar sidang tertutup untuk menjaring tiga kandidat. Hasilnya  Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn., dinyatakan tersisih dari tahapan Pilrek ISI Denpasar.  (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here