Tabanan Lakukan Pembatasan Jam Buka Pasar dan Usaha Perdagangan

0
32

TABANAN – Pandemi Covid-19 yang masih terjadi dan belum mereda, membuat Pemkab Tabanan mengambil berbagai kebijakan untuk mencegah klaster baru. Pemkab Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah mengeluarkan surat edaran (SE) nomor: 517/1212/DISPERINDAG tertanggal 14 September 2020 terkait pembatasan jam buka pasar rakyat, pasar swalayan maupun usaha perdagangan serta SOP protokol kesehatannya.

Dalam surat yang ditandatangani Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tersebut terdapat beberapa point penting. Jam buka pasar rakyat dimulai pukul 08.00 sampai 15.00 WITA. Sementara pasar Senggol buka mulai pukul 16.00 sampai 22.00 WITA. Jam buka pasar Swalayan dimulai pukul 10.00 sampai pukul 22.00 WITA. Sementara usaha perdagangan rumah makan atau restoran mulia buka pukul 08,00 sampai 22.00 WITA. Hanya saja tidak diperbolehkan menyediakan tempat duduk  untuk makan di tempat. “memang ada pembatasan jam buka pasar rakyat, pasar senggol dan pasar swalayan,” ungkap Kabid Perdagangan Disperindag Ni Wayan Primayani seizin Kepala Disperindag I Gusti Nyoman Arya Wardana, Senin (21/9/2020).

Dijelaskan, dalam SE tersebut juga dicantumkan SOP pelaksana protokol kesehatan di masing-masing usaha. Untuk pasar rakyat diwajibkan pemeriksaan suhu pedagang dan pengunjung. Semua wajib mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk pasar serta secara berkala melakukan melakukan penyemprotan disinfektan di areal pasar dan sekitarnya. Sementara untuk pasar swalayan lebih ketat lagi yakni mewajibkan pekerja memakai masker, face shield dan sarung tangan serta menyediakan hand sanitizer di pintu masuk disamping alat pengukuran suhu tubuh, jaga jarak  dan tempat cuci tangan. “Kami juga menekankan SOP pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat baik di pasar rakyat, pasar tradisional maupun pasar swalayan,” jelasnya.

Sementara khusus untuk rumah makan maupun usaha restoran dan usaha sejenis lainnya, tetap diperbolehkan buka. Namun tidak diperbolehkan untuk menyediakan makan ditempat tetapi membeli dibungkus dan dibawa pulang atau keluar dari rumah makan maupun restoran tersebut. Sementara petugas atau pelayan juga wajib mengenakan masker, face shield dan sarung tangan. Sementara pengunjung wajib mengenakan masker dan dilarang masuk kalau tidak memakai masker. “Ini kami tegaskan untuk mencegah penularan Covid-19 khususnya di rumah makan atau restoran sangat rawan terjadi penyebaran,” tegasnya.

Namun dalam surat edaran tersebut tidak dicantumkan sanksi bagi pengusaha atau pedagang yang melanggar aturan protokol kesehatan serta SOPnya. (jon)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here