
DENPASAR- Bawaslu Provinsi Bali berjanji dan berkomitmen akan selalu mengawal hak suara masyarakat pada Pemilukada yang akan dilaksanakan pada 27 Nopember 2024.
Sebagai bentuk komitmennya, Bawaslu Bali juga akan membuka posko aduan masyarakat di tahapan coklit, serta akan melakukan patroli, menyasar secara langsung pemilih rentan yang berpotensi terabaikan hak pilihnya dan berpotensi disalahgunakan hak pilihnya seperti pemilih disabilitas, lansia, serta masyarakat yang memang memerluksn advokasi terkait hak suaranya.
“Bawaslu akan mengawal hak pilih, ini bentuk komitmen kami menjaga hak suara pemilih,” ujar Ketua Bawaslu Bali, Putu Agus Tirta Suguna di Denpasar, Kamis (27/6/2024).
Menurut Ketua Bawaslu Bali, Putu Agus Tirta Suguna ketepatan data pemilih dalam sebuah sistem demokrasi bukan sekadar urusan administratif, namun merupakan jantung dari kesetaraan dalam partisipasi politik.
Tirta Saguna mengatakan dengan data pemilih yang memuat setiap warga negara yang berhak, proses pemilihan bukan hanya sebuah rutinitas, tetapi sebuah panggung di mana tiap suara memiliki kekuatan yang seimbang.
Ketua Bawaslu Tirta Suguna menambahkab, Bawaslu Bali akan maping dan datangi langsung, bukan hanya disabilitas saja, namun juga lansia, itu kan kelompok yang perlu fasilitas khusus dalam menggunakan hak suaranya, kita akan klasifikasi sesuai ragam disabilitas.
“Komitmen Bawaslu Bali adalah memastikan setiap suara terdengar dan setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam pembentukan masa depan Bali,”pungkasnya. (arn/jon)








