
BULELENG – Trend penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cendrung meningkat mendapat perhatian khusus Pemkab Buleleng.
Selain menggencarkan komunikasi informasi dan edukasi (KIE), Pemkab Buleleng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng juga menggulirkan Gerakan ‘Bulan Merah’ (BUleleng ANtisipasi demaM bERdarAH).
“Kegiatan serentak berupa Pembersihan Sarang Nyamuk, PSN ini kita laksanakan besok pagi mulai Pukul 6.30 Wita pada 20 titik yang tersebar di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Buleleng, Seririt dan Sawan,” tandas Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Buleleng dr. Sucipto usai rapat persiapan Gerakan ‘Bulan Merah’, Kamis (25/4/2024).
Sucipto menegaskan, Gerakan ‘Bulan Merah’ dalam bentuk pembersihan sarang nyamuk secara serentak oleh aparat sipil negara (ASN) Pemkab Buleleng bersama aparat TNI/Polri, Desa/Kelurahan ini bukan semata karena jumlah kasus hingga tanggal 25 April 2024 mencapai 645 kasus sesuai laporan 20 Puskesmas yang ada di Buleleng.
“Gerakan Bulan Merah, pada 20 titik masing-masing Desa Anturan, Kelurahan Astina, Banjar Jawa, Banjar Bali, Banjar Tegal, Banyuasri, Banyuning, Beratan, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Baru, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Singaraja, Kendran, Liligundi, Paket Agung, Penarukan serta Kelurahan Seririt dan Sukasada ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk melakukan PSN dan PHBS ,” jelasnya.
Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), lanjut Sucipto, dilakukan antara lain dengan membersihkan lingkungan rumah dari sampah plastik, barang yang bisa membuat air tergenang dan menjadi media tumbuh jentik nyamuk aides agypty serta secara rutin membersihkan bak air kamar mandi maupun penampung air lainnya.
“Serangkaian kegiatan pembersihan ini, kita bersama DLH juga mengedukasi masyarakat melalui gerakan kumpul, catat dan foto sampah yang terkumpul oleh masing-masing kelompok ASN. Gerakan ini diharapkan dapat menggugah warga masyarakat untuk mengumpulkan sampah anorganik berbasis sumber sehingga bisa bernilai ekonomis,” tandas Sucipto yang juga mengajak warga masyarakat untuk menjadikan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai tradisi baik untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. (kar/jon)








