
MANGUPURA – Koalisi Merah-Kuning pada Pilkada Badung Nopember tahun 2024 kembali mengemuka. Setelah beredar foto Ketua Fraksi PDIP I Gusti Anom Gumanti bersama Ketua DPD Golkar Badung I Wayan Suyasa. Sejumlah kalangan menilai bila koalisi merah- kuning terjadi, maka Pilkada Badung ‘selesai’.
Munculnya foto Anom Gumanti dengan Suyasa ditengah ramainya berseliweran calon bupati maupun wakil bupati di media sosial, menimbulkan banyak spekulasi. Dalam foto, keduanya sama-sama mengenakan batik lengan panjang, berjabat tangan dan sama sama menebar senyum. “Wah, kalau ini sampai jadi Pilkada Badung selesai,”ujar kader PDIP yang minta identitasnya dirahasiakan.
Menurutnya, dengan posisi Anom Gumanti sebagai bupati dan Suyasa wakil bupati, kemungkinan besar Pilkada Badung kembali terjadi kotak kosong. Pasalnya, prosentase kedua partai ini digabungkan mencapai 85 persen. Dimana batas parpol atau gabungan parpol mengajukan calon minimal 20%.
Dukungan juga disampaikan kader Golkar. Koalisi merah-kuning akan membuat pilkada lebih aman. “Ya lebih aman, pekerjaan kita dalam mensosialisasikan calon lebih gampang. Biaya juga lebih sedikit, dan situasi kondisi juga lebih kondusif,”ujar kader Golkar yang juga minta identitasnya dirahasiakan. Apalagi kata dia, PDIP dan Golkar sudah menjalin koalisi pada dua periode pemerintahan Giri Prasta dan Suiasa. “Kenapa koalisi itu tidak kita lanjutkan saja,” imbuhnya.
Wayan Suyasa yang dikonfirmasi, Senin 18 Maret 2024, mengatakan sangat menghargai semua aspirasi yang berkembang, kaitannya dengan Pilkada Badung. “Aspirasi yang berkembang di masyarakat kita sangat hargai,” ujarnya. Soal kemungkinan koalisi, Suyasa kembali menekankan partai Golkar membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya, termasuk dengan PDIP.
Ditanya soal kemungkinan menjadi orang nomor dua atau calon wakil bupati, Suyasa menegaskan dirinya akan tunduk pada perintah partainya. Lantaran sejauh ini, aspirasi kepada dirinya untuk bertarung sebagai calon bupati. “Aspirasi dan dorongan dari kader Golkar untuk tyang (saya) sebagai calon bupati, itu harus tyang hormati,”kata Suyasa yang baru saja mendapatkan dukungan mutlak dari pengurus desa dan pengurus kecamatan Partai Golkar se-Badung.
Sementara itu secara terpisah, Anom Gumanti malah terkejut foto dirinya dengan Suyasa dikait-kaitkan dengan politik. “Itu foto saat pelaksanaan bimtek dewan. Tapi kemudian digoreng-goreng,”kata Anom Gumanti sambil tertawa. Peraih suara terbanyak dapil Kuta pada pemilu 2024 lalu ini, mengaku belum sejauh ini. “Ada mekanisme dan aturan main partai, saya sendiri belum berfikir sejauh itu,”pungkasnya. (lit,dha)








