
BULELENG – Kunjungan kerja (Kunja) putaran VI di Kecamatan Busungbiu tak hanya dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembangunan.
Momentum kunja juga dimanfaatkan penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana untuk mengajak seluruh jajaran pemerintahan termasuk pemerintahan desa sebagai ujung tombak untuk bersama-sama melakukan percepatan, menggenjot capaian program prioritas guna mewujudkan kesejahteran masyarakat.
“Kita terus memacu pemerintahan desa untuk berkinerja guna mempercepat capaian program prioritas, desa yang berkinerja baik akan diberikan insentif sebagai motivasi,” tandas Lihadnyana pada rangkaian kunjungan kerja di Kecamatan Busungbiu, Kamis (2/11/2023).
Kepala BKPSDM Provinsi Bali ini menegaskan, pemerintahan desa merupakan entitas yang berhak mengelola sumber daya yang ada, termasuk anggaran untuk menjalankan urusan pemerintahan, melakukan pembangunan, dan melakukan pembinaan serta pemberdayaan.
“Anggaran yang dimiliki desa sebaiknya digunakan untuk menjalankan program pemerintah daerah. Seperti pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting. Selama ini stunting, kemiskinan kan kabupaten yang repot. Makanya lebih baik sekarang desa kita berikan insentif sesuai dengan kinerjanya. Misalkan berhasil menurunkan stunting, menurunkan kemiskinan, maka kita beri (insentif), gitu kan enak,” tandasnya.
Ia menandaskan insentif yang diberikan berkisar antara Rp 300 – Rp 400 juta per desa, dan untuk itu disediakan anggaran hingga Rp 50 miliar.
“Kinerja masing-masing desa akan dinilai berdasarkan variabel-variabel tertentu. Seperti bagaimana layanan dasar stunting, bagimana garis kemiskinan ekstremnya dan bagaimana pengelolaan APBDes untuk pemberdayaan. Kalau Rp 400 juta per desa, kan kita siapkan sekitar Rp 50 miliar sekian. Kan enak desa bisa langsung berkreasi. Tapi penggunaannya diawasi berdasarkan juknis, tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan,” tegas Lihadnyana diapresiasi Gede Kurniawan.
Selaku Camat Busungbiu, Gede Kurniawan menyatakan segera melakukan koordinasi dengan seluruh perbekel se-Kacamatan Busungbiu.Saat ini, kata Camat Kurniawan, pihaknya telah melakukan penyelarasan dan sinkronisasi perencanaan antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa untuk mempercepat capaian dari tujuan pembangunan.
“Kami di Kecamatan Busungbiu mendukung program yang menjadi prioritas seperti pencegahan dan penanganan rabies, pencegahan dan penanganan stunting, serta penghapusan kemiskinan ekstrem melalui regulasi tingkat desa dan pendanaan melalui APBDes,” terangnya.
Dengan potensi bidang pertanian dan pariwisata, Busungbiu sangat butuh bantuan pemerintah daerah dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian untuk meningkatkan produksi menuju ketahanan pangan daerah dan optimalisasi pengelolaan desa wisata.
Serangkaian kunja putaran IV, selain meninjau jalan kabupaten diantaranya jalan SP3 titab-batumegaang, jalan tinggarsari-kapasjawa, jalan SP3 tista-subak abian dan jalan umajero-gesing, Pj Bupati Buleleng bersama Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanaan Pangan dan Perikanan juga menggelontor bantuan.
Bantuan berupa BSU bagi warga penyandang disabilitas di 15 Desa,BSU Kemiskinan Ekstrem kepada 22 KPM di 8 desa ; 30 paket sembako kepada warga penyandang disabilitas dan lansia ; kursi roda, alat bantu jalan, tongkat netra, dan tongkat ketiak.
500 benih kelapa genjah kuning kepada kelompok tani Sari Mekar desa Subuk ; 1.575 benih pohon kopi robusta kepada kelompok tani Mekar Sari desa Pucaksari; 300 kilogram benih padi varietas Inpari kepada subak sawah Busungbiu.
50.000 kilogram pupuk organik subsidi kepada subak Sri Utami Giri desa Pelapuan; Pangan beras (CPP) kepada 130 KPM serta 8 unit Rumah Swadaya PKE untuk penanganan kemiskinan ekstrem di Desa Bengkel dan Desa Titab.(karr)








