
DENPASAR – Kejuaraan panjat tebing yang digelar pihak Perusda Provinsi Bali bekerja sama dengan Pengprov FPTI Bali dengan tajuk Bali Era Baru yang sebelumnya digelar 17-18 Oktober mendatang akhirnya berubah. Perubahan ini berkaitan dengan pertimbangan pajat tebing merupakan cabang olahraga (cabor) yang sifatnya khusus.
“Secepatnya untuk kapan panjat tebing kapan perubahan masa gelaran bakal ditentukan secepatnya pekan ini. Kami sudah menyampaikan panjat tebing yang terkait dengan tourism termasuk surfing dan golf kepada pihak Perusda Bali dan Gubernur Bali, maka panjat tebing dimerikan masa gelaran dan waktu yang khusus. Akhirnya panjat tebing gelarannya diundur,” ungkap Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Amika di Puspem Badung, Senin (07/9/2020).
Diakuinya sebelumnya panjat tebing digandeng Perusda karena cabor ini lahir dari awalnya dari hobi dan ada unsur petualangan serta akhirnya menjadi kegiatan olahraga. Berdasarkan itulah, maka jika terkait alam dan tourism seperti even yang digelar Perusda tersebut maka panjat tebing memang sangat tepat.
“Kalau proyeksinya nanti untuk panjat tebing kejuaraannya dilangsungkan pada dua tempat yakni, untuk panjat tebing prestasi digelar di lintasan panjat tebing Tabanan sekaligus gelaran exponya, dan satu lagi untuk tourism dan alamnya digelar di Songan sekaligus dilakukan jambore serta bakti sosialnya,” tambah Yudi Atmika.
Dengan demikian maka kegiatan tersebut agak mundur sesuai nantinya dengan program yang dilakukan Perusda Bali dan panjat tebing. “Kami sudah sampaikan rencana gelaran tersebut melalui rapat virtual beberapa waktu lalu antara pengurus FPTI Bali dengan pengurus FPTI seluruh kabupaten/kota di Bali,” tegas Yudi Atmika.
Hasilnya lanjutnya, muncul usulan penentuan tanggal rencana gelaran dengan beberapa opsi. Usulan tersebut diharapkan kejuaraan tersebut berkaitan dengan momen hari sejarah seperti tanggal 28 Oktober bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, tanggal 10 November hari Pahlawan dan 20 November hari Margarana. (ari)








