
DENPASAR – Meski saat ini masih belum ada kepastian soal perankingan bagi judoka putra dan putri secara nasional yang bisa menentukan lolos tidaknya ke PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), namun Pengprov PJSI Bali merasa optimis 20 atlet judo semuanya akan bisa melenggang ke PON 2024, setelah mengikuti beberapa kejuaraan level nasional yang selama ini memiliki poin untuk menentukan lolos tidaknya ke PON 2024.
Menurut Ketua I Pengprov PJSI Bali, Nengah Sudiartha, ada beberapa kejuaraan dalam tahun 2023 yang bermuatan poin, seperti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Kejurnas Mahasiswa, Kualifikasi Kata serta Kasad Cup.
“Semua itu memiliki poin untuk bisa dikumpulkan poinnya berdasarkan ranking yang bisa menentukan lolos tidaknya judoka ke PON 2024. Kami optimis dengan prestasi judoka putra dan putri Bali di kejuaraan-kejuaraan tersebut, 20 judoka putra dan putri Bali akan bisa berlaga di even bergengsi 4 tahun sekali itu,” kata Nengah Sudiartha di KONI Bali, Rabu (25/10/2023).
Disebutkan pria yang juga pengurus KONI Bali tersebut, sebenarnya secara kalkulasi dan matematis perankingan serta poin judoka Bali, dirinya bisa memastikan kelolosan itu, namun dirinya lebih memilih menunggu secara resmi turunnya perankingan tersebut dari PB PJSI Bali.
“Optimisme saya itu saya perkirakan hampir sama saat turunnya perankingan nasional judoka nantinya. Mereka nantinya akan berlaga semuanya di 19 nomor yang dipertandingan baik laga maupun kata atau seni putra dan putri. Tapi saya lebih baik menunggu saja kepastian semua itu dari hasil perankingan nasional,” terang Sudiartha.
Dirinya juga memaparkan jika 4 judoka putra dan putri Bali yang kini menghuni pelatnas juga lolos karena perjuangan.
“Artinya judoka kami di pelatnas itu lolos dengan berlaga di kejuaraan yang memiliki poin tersebut, dan bukan lolos karena memiliki label sebagai judokan pelatnas,” tutup Nengah Sudiartha. (ari/jon)








