
TABANAN – Hari Raya Idul adha adalah hari raya kurban yang identik dengan memotong sapi dan kambing sehabis sholat. Dari data yang ada, daging kurban baik sapi maupun kambing yang dipotong di Tabanan dinyatakan layak dikonsumsi.
Hal tersebut disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan drh. Gede Eka Partha Ariana dikonfirmasi, Kamis (29/6/2023).
Dia menjelaskan, pihaknya menerjunkan puluhan dokter hewan untuk memeriksa hewan kurban maupun daging setelah disembelih. Hal ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang disembelih bebas dari penyakit.
“Dari pemeriksaan yang telah kami lakukan secara fisik semua sehat, dan dagingnya layak untuk dikonsumsi,” ungkapnya.
Petugas yang diterjunkan memeriksa secara teliti hewan kurban maupun dagingnya setelah disembelih. Selain memeriksa daging, juga jeroan dan karkasnya. Meski belum semua data masuk, namun dari pemeriksaan yang telah dilakukan semuanya aman dikonsumsi. Bahkan petugas masih melakukan pemeriksaan di lokasi-lokasi pemotongan hewan kurban
‘Memang belum semua data masuk, namun dari yang sudah diperiksa semuanya layak,” sebutnya lagi.
Seperti diketahui pada Hari Raya Idul Adha ini kebutuhan hewan kurban di Tabanan aman,. untuk sapi dibutuhkan sekitar 110 ekor dari stok 3.729 ekor. Sementara kebutuhan kambing sebanyak 207 ekor dari stok sebanyak 4.296 ekor.
Bahkan untuk memastikan kelayakan kesehatan hewan Dinas Pertanian Tabanan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan hewan melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem agar hewan kurban terbebas dari penyakit mulut dan kuku.
Pemeriksaan hewan kurban sebelum dipotong meliputi pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan hewan kurban menderita penyakit. Sedangkan pemeriksaan setelah penyembelihan hewan kurban meliputi pengecekan kondisi karkas serta organ seperti limpa, jantung, paru-paru, hati, dan ginjal.

Sementara itu Umat Muslim Tabanan telah melaksanakan sholat Idul Adha di beberapa tempat di Tabanan, Kamis (29/6/2023). Selain di tempat ibadah seperti Masjid dan musholla juga melakukan di lapangan.
Di Masjid Al-Muhajirin Perumnas Bukit Sanggulan Indah (BSI), Desa Banjar Anyar, Kediri misalnya warga yang datang melaksanakan ibadah sholat Idul Adha membludak. Bahkan mereka melaksanakan sholat harus berada jalan hingga kantong parkir yang ada di Pasar senggok Sanggulan.
Meski demikian mereka umat muslim tetap khusyuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha yang dilakukan setahun sekali. (jon) ada foto ist(jon








