
GIANYAR – Dua anjing di Banjar Mas, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, dilaporkan mati secara misterius. Dinas pertanian dan Peternakan sedang melakukan observasi untuk memastikan hewan itu terinfeksi rabies atau penyebab lain.
Kabid Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, I Made Santiarka Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
“Konfirmasi dari UPT Keswan, ada anjing mati dua hari lalu di Banjar Mas, Desa Sayan, dan masih diobservasi selama dua minggu. Untungnya belum sempat menggigit warga,”kata I Made Santiarka Wijaya, Kamis (14/6/2023).
Santiarka mengimbau masyarakat selalu waspada dan tidak membuang atau melepasliarkan anjing peliharaan karena akan mempercepat potensi terkena rabies.
“Selain itu, pentingnya vaksin juga harus disadari untuk keselamatan masyarakat bersama,” ujarnya.
Sementara, catatan Dinas Kesehatan Gianyar, gigitan hewan penular rabies (GHPR) di tahun 2023 mencapai ribuan kasus. Rinciannya, Januari 421 kasus, Februari 365 kasus, Maret 456 kasus, April 452 kasus, dan pada Mei 205 kasus. (jay)








