
DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Perjuangan kembali menggelar lomba cerdas cermat Susastra Bali tingkat pelajar se-kabupaten kota di Bali.
Lomba cerdas cermat Susastra Bali ini, digelar serangkaian HUT PDIP ke 50 dan bulan Bung Karno yang diawali dengan babak penyisihan di Sekretariat DPD PDIP Provinsi Bali, Selasa (13/6/2023).
Peserta cerdas cermat Susastra Bali ini diikuti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Mereka dibagi dalam kelompok yakni Kelompok A, kelompok B dan Kelompok C.
Sementara dewan juri terdiri dari para pakar dan ahli dibidang Susastra Bali; Prof. DR. Drs. Nyoman Suwarka, M.Hum selaku Koordinator Juri, dan anggotanya; Prof. DR. Drs. Nyoman Suwija, M.Hum, DR.Drs. Wayan Sugita, M.Si dan Drs Cokorda Putra Wisnu Wardana, M.Si.
Kegiatan cerdas cermat ini mulai rutin digelar sejak Ketua DPD PDIP Wayan Koster. Selain membumikan Susastra Bali, bertujuan untuk memantapkan implementasi Visi Gubernur Bali Wayan Koster, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya mempertahankan aksara, bahasa, serta sastra Bali.
Menurut Koordinator kegiatan cerdas cermat Susastra Bali, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S, kegiatan ini digelar sebagai bukti bawha PDIP Bali sangat mendukung Pemerintah Provinsi Bali dalam mengajegan bahasa, aksara dan sastra Bali. Hal itu dikarenakan, bahasa aksara dab sastra Bali sebagai dasar budaya Bali tetap lestari sekala dan niskala.
Politisi PDIP yang juga anggota Komisi III DPRD Bali ini mengatakan, masyarakat Bali sangat percaya akan adanya sekala dan niskala yang masuk dalam Sat Kerthi. “Kita percaya akan adanya dua dunia, skala dan niskala yang menjadikan dunia ini jagadhita,”ujarnya.
Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi menambahkan, dasar pelaksanaan lomba itu sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Sad Kerthi itu terdiri dari Atma Kerthi yang berarti menyucikan jiwa dan badan, Segara Kerthi yang artinya menyucikan laut, Danu Kerthi yang artinya menyucikan danau atau semua berunsur air, Wana Kerthi yang artinya menyucikan hutan dan gunung, Jana Kerthi yabg artinya menyucikan pikiran, dan Jagat Kerthi yang artinya menyucikan alam.
Pihaknya berharap dari kegiatan ini mampu memantapkan implementasi, Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
“Kegiatan ini sekaligus sosialisasi Perda Bali Nomor 1 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Serta Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,”pungkasnya.
Pada babak penyisihan kegiatan cerdas cermat tingkat SMA nampaknya, sangat menguasai sastra dan aksara Bali. Terbukti saat diberikan soal menulis aksara Bali hampir semua peserta mampu menulis dan benar sesuai pasang akasaranya. (arn/jon)








