
DENPASAR – Menjelang Pemilu 2024, pemerintah Provinsi Bali mencairkan dana bantuan keuangan kepada Parpol di Bali melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali sebesar Rp16.467.855.000.
Bantuan dana keuangan parpol diberikan setiap tahun anggaran yang disesuaikan dengan jumlah perolehan kursi di DPRD Bali. Pada tahun anggaran 2023, dana bantuan keuangan parpol diserahkana kepada masing-masing partai politik secara simbolis oleh Kepala Badan Kesbangpol, di Denpasar Senin (17/4/2023).
Menurut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata penyerahan dana bantuan dilakukan secara simbolis, sementara dana bantuan sudah masuk secara langsung ke masing-masing rekening partai politik.
Pejabat Pemprov asal Desa Nongan, Karangasem ini mengatakan, dari Total dana bantuan parpol sebesar Rp16,4 miliar lebih tersebut, penerima bantuan paling besar partai PDI Perjuangan sebesar Rp9.817.620.000 Miliar.
Partai moncong putih ini memperoleh kursi paling besar 33 kursi di DPRD Provinsi Bali. Sementara dana bantuan parpol yang paling kecil diterima oleh PSI sebesarRp 330.367.500.
Kepala Badan kesbangpol Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan, pencairan dana bantuan keuangan parpol di Bali termasuk paling cepat. Tentunya hal ini disebabkan oleh kerja keras masing-masing partai politik untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait di Pemprov Bali.
“Dananya sudah masuk ke masing-masing parpol dan syukur, bantuan keuangan parpol, Bali paling cepat cairnya,”ujarnya.
Kepala Badan Kesbangpol mengharapkan kepada semua partai politik yang menerima bantuan keuangan keuangan agar dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam mendongkrak Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Bali. Terutama dalam operasional pendidikan politik di masing-masing partai politik.
Menurutnya indeks demokrasi di Bali sempat berada diposisi nomor dua secara nasional. Kemudian menurun ke empat besar dan turun lagi pada posisi delapan besar. Penurunan indeks demokrasi di Bali dipengaruhi oleh rendahnya nilai pada bidang pendidikan politik. Dana bantuan keuangan parpol ini benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan indeks demokrasi di Bali sehingga bisa kembali naik secara nasional.
“Kami tegaskan anggaran ini benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik agar digunakan untuk kegiatan pendidikan partai politik masing-masing parpol,”pintanya.
Penyerahan dana bantuan parpol secara simbolis ini disaksikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, dan perwakilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali.
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mengatakan bantuan yang digelontorkan tersebut diserahkan kepada parpol yang memperoleh kursi di DPRD Bali dengan jumlah perolehan kursi serta jumlah suara yang sah.
PDIP dengan memperoleh 33 kursi dengan suara sah 1.309.016 suara memperoleh bantuan keuangan Rp9.817.620.000. Kemudian Partai Golkar sebesar Rp2.386.575.000 dengan perolehan 318.210 suara sah.
Selanjutnya disusul oleh Partai Demokrat menerima bantuan sebesar Rp1.309.515.000. Partai Gerindra Rp1.233.907.500. Partai NasDem Rp950.355.000. Partai Hanura Rp439.515.000, dan PSI hanya Rp 330.367.500. Sehingga total yang diterima Parpol sebesar Rp 16.467.855.000.
Mantan Ketua KPU Bangli ini menyebutkan, selama menjabat di KPU Provinsi tahun ini paling cepat pencarian dana bantuan parpolnya.
“Mari kita sama-sama membuat SOP, bahwa prosesnya memang seperti ini untuk memberikan pendidikan yang bagus ke masyarakat. Penyerahan dana bantuan parpol paling cepat dan pencairannya juga cepat langsung masuk ke rekening masing-masing parpol,”pungkasnya. (arn/jon)








