
BULELENG – Musibah gempa bumi yang terjadi di Turki dan Suriah, mendapat perhatian khusus Pemkab Buleleng, terutama terhadap 1.375 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali, khususnya Buleleng.
Selain memantau terus perkembangan melalui UPT BP2MI Wilayah Bali, Pemkab Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng juga mendorong kepulangan 1.375 PMI asal Bali. “Meski kondisi saat ini informasinya relatif stabil, kita tetap berharap 1.375 PMI asal Bali, termasuk 401 orang diantaranya dari Buleleng yang ada di Negara Turki bisa dipulangkan,” tandas Kepala Disnaker Kabupaten Buleleng Komang Sumertajaya usai menghadiri Graduation peserta latih, LPK Kaori Academy Center Angkatan II di Gedung Mr I Gusti Ketut Pudja, Selasa (21/2/2023).
Mantan Kepala Badan Kesbangpol Buleleng ini mengungkapkan selain mengurangi resiko dampak gempa susulan yang masih kerap terjadi, kepulangan PMI yang difasilitasi negara sangat diperlukan untuk dapat memulihkan kondisi fisik maupun psikologis pahlawan devisa tersebut.
“Kita terus berkoordinasi dengan UPT BP2MI Wilayah Bali, selain untuk mengetahui kondisi terkini PMI Bali khususnya Buleleng, kita juga mengusulkan agar negara hadir untuk melindungi warga negara antara lain memfasilitasi kepulangan PMI, sehingga bisa mengurangi dampak fisik maupun psikologis akibat gempa yang menelan puluhan ribu jiwa,” terangnya.
Upaya ini diperlukan untuk memulihkan kondisi psikis PMI sekaligus mengurangi beban negara yang sedang dilanda bencana, hingga memulihkan kondisi pasca gempa. (kar,dha)








